
TIMETODAY.ID, BOGOR – Proyek revitalisasi Stadion Mini Cibinong, Kabupaten Bogor, mencapai 100 persen sesuai kontrak. Namun, sejumlah fasilitas penunjang masih menunggu anggaran tahun depan untuk dapat digunakan sepenuhnya. Ironisnya, pemugaran stadion bernilai Rp5 miliar ini berlangsung di tengah kejatuhan dramatis tim yang pernah membesarkan namanya, Persikabo 1973.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Asnan AP, menjelaskan bahwa pekerjaan pokok dalam proyek revitalisasi rampung sepenuhnya. Namun, beberapa komponen penting baru akan diselesaikan pada 2026 karena keterbatasan anggaran tahun ini.
“Saat ini pekerjaan dengan kontraknya sudah 100 persen, walaupun belum semuanya beres seperti rumput itu tahun depan, jogging track tahun depan juga karena saat ini kan baru dicor saja,” ujar Asnan, Jumat (12/12/2025).
Lintasan jogging yang menjadi salah satu fasilitas utama dalam rencana revitalisasi masih dalam tahap pengecoran. Lapisan karet (rubber track) yang seharusnya melapisi permukaan jogging track belum bisa dipasang karena anggaran untuk komponen tersebut belum tersedia di tahun anggaran berjalan.
“Track jogging saat masih dicor saja, tapi untuk rubber-nya belum karena belum ada anggarannya di tahun ini,” kata Asnan.
Dalam proyek revitalisasi ini, tidak ada penambahan kapasitas tribun penonton. Pemerintah Kabupaten Bogor hanya menambah gedung khusus untuk tribun VIP guna mengakomodasi tamu penting saat pertandingan berlangsung.
“Kalau tribun tidak ada penambahan, hanya penambahan gedung saja untuk VIP-nya,” jelas Asnan.
Stadion Mini Cibinong menyimpan nilai historis bagi sepak bola Kabupaten Bogor. Lapangan ini menjadi saksi kelahiran Persikabo, klub yang sempat berjaya di kompetisi nasional. Namun, kini stadion yang direnovasi justru kehilangan penghuni utamanya.
“Kalau lihat dari sejarah dulu kan lahirnya Persikabo dari stadion itu. Jadi, homebase-nya Garudayaksa di Stadion Pakansari, Persikabo di Stadion Mini,” kenang Asnan.
Kondisi Persikabo 1973 saat ini jauh dari gemilang. Tim berjuluk Laskar Padjajaran itu mengalami tiga kali degradasi berturut-turut dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Setelah terdegradasi dari Liga 1 pada musim 2023/2024, Persikabo kembali turun ke Liga 2, kemudian ke Liga 3, dan kini dipastikan terlempar ke Liga 4 karena mengundurkan diri dari Liga 3.
“Tapi kan sekarang ini Persikabo degradasi terus, bahkan Liga 3 juga nggak bisa main,” kata Asnan dengan nada prihatin.
Revitalisasi Stadion Mini Cibinong mengadopsi konsep Stadion I Wayan Dipta di Bali, markas Bali United yang dikenal sebagai salah satu stadion terbaik di Indonesia.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































