Berapa Kenaikan Berat Badan Ideal Saat Hamil? Ini Penjelasan Lengkapnya

hamil
Kenaikan berat badan saat hamil itu penting, tapi harus tetap terkontrol. Ini panduan lengkap agar ibu dan bayi sama-sama sehat. ( foto : freepik )

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Selama kehamilan, tubuh perempuan mengalami banyak perubahan yang bertujuan mendukung pertumbuhan bayi. Salah satunya adalah kenaikan berat badan. Meski merupakan hal yang wajar, angka kenaikan berat badan tetap perlu diperhatikan agar ibu dan bayi sama-sama sehat.

Memahami batas kenaikan berat badan yang ideal dapat membantu mencegah berbagai risiko, baik untuk ibu maupun si kecil. Lalu, sebenarnya berapa kenaikan berat badan yang ideal saat hamil?

1. Mengapa Ibu Hamil Mengalami Kenaikan Berat Badan?

Penambahan berat badan tidak hanya berasal dari bertambahnya berat bayi, tetapi juga karena tubuh membentuk jaringan baru dan menyimpan lebih banyak cairan. Termasuk:

Advertisement
  • Cairan ketuban
  • Peningkatan volume darah
  • Plasenta

Bagi ibu yang mengandung bayi kembar, kenaikannya biasanya lebih besar. Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan juga dapat meningkatkan nafsu makan.

2. Kenaikan Berat Badan Ideal Selama Kehamilan

Target kenaikan berat badan dapat berbeda-beda, tergantung indeks massa tubuh (IMT) sebelum hamil. Secara umum, angka yang direkomendasikan adalah:

  • IMT < 18,5: 12,7 – 18,1 kg
  • IMT 18,5 – 24,9: 11,3 – 15,9 kg
  • IMT 25 – 29,9: 6,8 – 11,3 kg
  • IMT ≥ 30: 5 – 9,1 kg
Baca Juga :  Terlalu Lama Main Gadget Bisa Picu Diabetes, Begini Penjelasan Dokter

Kamu juga dianjurkan memantau berat badan secara berkala bersama tenaga kesehatan.

3. Risiko Jika Berat Badan Bertambah Terlalu Banyak

Kenaikan berat badan berlebih selama hamil dapat meningkatkan risiko:

  • Diabetes gestasional
  • Hipertensi dan preeklamsia
  • Persalinan caesar
  • Lahir mati

Bayi juga berpotensi:

  • Lahir prematur
  • Membutuhkan perawatan intensif
  • Mengalami masalah kesehatan jangka panjang, seperti penyakit jantung atau diabetes

4. Risiko Jika Berat Badan Tidak Bertambah Cukup

Sebaliknya, penambahan berat badan yang terlalu sedikit juga tidak baik. Bayi berisiko:

  • Lahir prematur
  • Memiliki ukuran lebih kecil dari usia kehamilan
  • Mengalami berat badan lahir rendah (BBLR)
Baca Juga :  5 Panduan Berenang Nyaman dan Aman bagi Ibu Hamil

BBLR dapat berdampak pada kesulitan menyusu, keterlambatan perkembangan, hingga risiko SIDS.

5. Berapa Banyak Makanan Tambahan untuk Ibu Hamil?

Pada trimester pertama, kebutuhan kalori tambahan biasanya belum terlalu tinggi. Namun, di trimester kedua dan ketiga, ibu hamil memerlukan lebih banyak energi.

Agar kenaikan berat badan tetap sehat, pilih makanan bergizi seimbang dari kelompok berikut:

  • Buah dan sayur
  • Roti gandum dan sereal
  • Protein: daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan
  • Produk susu
  • Makanan sumber mineral: asam folat, zat besi, kalsium, yodium

Hindari mengonsumsi makanan cepat saji, minuman manis, dan makanan tinggi lemak jenuh yang minim nutrisi.

Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu atau merasa bingung menentukan target berat badan, selalu konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan saran terbaik. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel