TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pagi di pasar keuangan Indonesia terasa sedikit lebih ringan. Setelah beberapa hari bergerak dalam tekanan, nilai tukar rupiah akhirnya mendapat ruang napas saat dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah di awal perdagangan Kamis, 9 Oktober 2025.
Mengutip data Bloomberg, dolar AS berada di kisaran Rp 16.560 per dolar, turun 13 poin atau 0,08% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Angka ini menandai pergeseran tipis, namun tetap memberi sinyal positif di tengah gejolak pasar global yang belum sepenuhnya tenang.
Di pasar internasional, pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lainnya juga menunjukkan tren serupa: melemah terhadap yen Jepang dan won Korea Selatan, sementara relatif stabil terhadap dolar Kanada, franc Swiss, dan dolar Hong Kong.
Secara rinci, dolar AS turun 0,14% terhadap yen Jepang, dan terkoreksi 4,23% terhadap won Korea, mencerminkan melemahnya kekuatan greenback di kawasan Asia Timur.
Kilas Balik Tekanan dan Harapan Baru
Pelemahan dolar pagi ini datang setelah beberapa pekan terakhir mata uang Paman Sam terus menanjak, dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi The Fed dan kekhawatiran pasar atas inflasi global.
Kondisi ini sempat menekan rupiah hingga menembus level Rp 16.600-an, salah satu posisi terlemah sepanjang tahun.
Namun kini, pergerakan dolar yang cenderung melandai memberi sedikit optimisme bagi pelaku pasar dalam negeri.
Investor mulai berhati-hati menunggu arah kebijakan moneter berikutnya, sementara Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar lewat berbagai intervensi dan kebijakan likuiditas.
Meski belum bisa disebut sebagai tren pembalikan, penurunan tipis dolar AS pagi ini memberi sinyal bahwa pasar mulai mencari keseimbangan baru.
Rupiah, meski masih di area rawan, tampak sedikit lebih kuat menghadapi tekanan eksternal yang datang silih berganti.
Perdagangan hari ini masih akan menjadi penentu arah berikutnya. Apakah rupiah mampu mempertahankan momentumnya, atau dolar kembali menguat seiring rilis data ekonomi AS yang akan datang?
Untuk sementara, pasar menikmati sedikit ketenangan—dan rupiah, setidaknya pagi ini, kembali punya alasan untuk tersenyum.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































