Super Bowl 2026 Terancam Jadi Arena Razia Imigran, Bad Bunny di Pusat Sorotan

Super Bowl 2026
Corey Lewandowski, mantan manajer kampanye Donald Trump, (foto: Joshua Roberts/Reuters,)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ajang Super Bowl 2026 belum digelar, tapi atmosfer panas sudah terasa jauh sebelum kickoff. Bukan hanya soal siapa yang akan bertanding di lapangan, melainkan siapa yang tampil di panggung hiburan paling bergengsi di dunia: Halftime Show.

Pemilihan Bad Bunny sebagai penampil utama ternyata menimbulkan riak politik yang tak kalah besar dari sorak-sorai stadion. Corey Lewandowski, mantan manajer kampanye Donald Trump sekaligus penasihat dekatnya, melempar pernyataan keras: ICE bisa saja melakukan penggerebekan imigrasi saat Super Bowl berlangsung.

“Tidak Ada Tempat Aman”

Dalam acara The Benny Show, Lewandowski menegaskan bahwa di bawah pemerintahan Trump, tidak ada tempat aman bagi imigran ilegal — bahkan di Super Bowl sekalipun.

Advertisement

“Kami akan menemukan Anda, menangkap Anda, menempatkan Anda di fasilitas penahanan, dan mendeportasi Anda,” ujarnya tegas.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Usulkan Operasi Pasar Murah Atasi Kenaikan Harga Pangan

Pernyataan itu sontak mengait ke isu sensitif: penegakan hukum imigrasi yang sering dikritik karena taktik agresif, mulai dari razia massal di tempat kerja hingga penangkapan individu non-kriminal.

Bad Bunny dan Super Bowl: Simbol Ketegangan

Menariknya, penampilan Bad Bunny di Super Bowl 2026 adalah satu-satunya jadwal konsernya di Amerika Serikat tahun itu. Penyanyi Puerto Rico ini kabarnya memang menghindari AS lantaran khawatir akan penggerebekan ICE.

Bagi Lewandowski, kehadiran Bad Bunny justru memicu kritik baru. Ia menyebut pelantun “Tití Me Preguntó” itu sebagai sosok yang “membenci Amerika”.

“Sangat memalukan mereka memutuskan untuk memilih seseorang yang tampaknya membenci Amerika untuk mewakili mereka di Halftime Show,” katanya, seraya menambahkan bahwa banyak musisi lain yang lebih layak dan bisa “menyatukan orang, bukan memisahkan mereka.”

Baca Juga :  Kapal Induk AS Bergerak, Ketegangan Baru Menggantung di Timur Tengah

Politik Bertemu Pop Culture

Super Bowl sejatinya adalah pesta olahraga sekaligus etalase budaya pop global. Namun, di era Trump, panggung itu kembali diseret ke dalam pusaran politik identitas dan imigrasi.

Lewandowski, yang sudah lama berada di lingkaran dalam Trump sejak kampanye 2016, kini kembali ke sorotan publik lewat ucapannya. Dengan posisinya sebagai penasihat khusus di Departemen Keamanan Dalam Negeri, komentarnya bukan sekadar omongan kosong.

Sampai saat ini, pihak Apple Music selaku penyelenggara Halftime Show dan perwakilan Bad Bunny belum memberikan tanggapan resmi. Namun, sorotan publik jelas akan makin mengarah pada Februari 2026 nanti: apakah konser halftime bisa berjalan murni sebagai hiburan, atau akan berubah jadi panggung politik terbesar tahun ini?

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel