TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mempercepat program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari target awal lima tahun menjadi maksimal tiga tahun. Program ini menargetkan perbaikan 14.000 unit rumah tidak layak huni di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan percepatan dilakukan agar masyarakat segera merasakan manfaat program tersebut.
“Kami mengambil langkah percepatan agar masyarakat segera merasakan manfaat program ini. Hunian layak bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi hak setiap warga,” kata Rudy, Sabtu (27/9/2025).
Data Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor mencatat terdapat sekitar 14.000 rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai wilayah. Melalui APBD Perubahan 2025, Pemkab Bogor mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki sekitar 3.750 unit rumah, mencakup 40 kecamatan dan 416 desa dengan prioritas bagi keluarga rentan.
“Yang dari APBD murni ada sekitar 3.750 rumah. Selain itu, kami juga memiliki program kolaborasi dengan TNI maupun Polri. Bahkan program pusat melalui DPR RI pun tetap terkoordinasi dengan pemerintah daerah,” jelasnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkab Bogor menerapkan sistem verifikasi berlapis mulai dari tingkat RT/RW hingga DPKPP.
“Kami ingin memastikan penerima bantuan benar-benar layak. Jangan sampai ada masyarakat yang lebih membutuhkan justru terlewat,” ujar Rudy.
Rudy mengaku optimistis target tiga tahun dapat tercapai meski percepatan bergantung pada kemampuan fiskal daerah. Optimisme tersebut didukung tren positif Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta stabilnya sektor perdagangan, industri kecil, dan pariwisata.
“Di APBD Perubahan nanti, anggaran Rutilahu tetap prioritas. Ini jawaban kami terhadap kebutuhan nyata masyarakat,” katanya.
Program ini juga terintegrasi dengan bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Pemkab Bogor berharap hunian layak menjadi pintu masuk bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, aman, dan sejahtera.
“Kami ingin satu per satu keluarga keluar dari lingkaran kesulitan hidup, dimulai dari rumah yang lebih layak,” tuntasnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































