TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ada dinamika baru dalam perjalanan karier penyanyi pop dunia, Dua Lipa. Di tengah kesibukan bermusik, pelantun “Levitating” itu mengambil langkah mengejutkan: memutus kerja sama dengan manajernya, David Levy.
Keputusan itu datang bukan karena persoalan profesional, melainkan perbedaan pandangan politik yang mencuat ke publik.
Levy, yang selama ini menjadi salah satu figur penting dalam tim Lipa, diketahui ikut menandatangani surat terbuka untuk pendiri Festival Glastonbury, Michael dan Emily Eavis.
Dalam surat itu, ia mendesak agar grup rap asal Irlandia, Kneecap, dicoret dari daftar penampil karena dituding menyebarkan ujaran anti-Semit sekaligus mendukung Hezbollah.
Surat tersebut bocor, memicu gelombang kritik. Namun, Kneecap tetap tampil di Glastonbury, meski salah satu anggotanya, Mo Chara, masih dalam status bebas bersyarat terkait dugaan kasus terorisme.
Tak ada intervensi polisi kala itu. Grup tersebut sebelumnya juga menuai sorotan setelah dituding menunjukkan dukungan terhadap Hamas dan Hezbollah ketika tampil di festival Coachella.
Di sisi lain, langkah Levy justru membuat jurang dengan artisnya sendiri. Seorang sumber industri musik mengatakan kepada Mail on Sunday,
“Dua memastikan melalui timnya bahwa David Levy tidak lagi mengurus musiknya. Ia sangat terbuka mendukung Palestina, dan pandangannya tidak sejalan dengan David. Dia melihat David sebagai pendukung perang Israel di Gaza.”
Dua Lipa, kini berusia 30 tahun, memang dikenal vokal menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Ia beberapa kali turun ke jalan dalam aksi protes bersama musisi lain, menentang kekerasan di Gaza.
Namun, ia juga pernah menyampaikan belasungkawa kepada korban di pihak Israel, menunjukkan sikap empati di tengah konflik yang kompleks.
Levy sendiri bekerja di agensi global William Morris Endeavour (WME), agensi yang juga menaungi Lipa. Meski hubungan personal dengan Levy diputus, Lipa masih bernaung di bawah WME dan kini ditangani agen lain.
Tidak hanya Lipa, grup musik Massive Attack pun memilih mengambil jarak dari Levy lantaran sikap politiknya.
Perpisahan ini menandai titik penting dalam perjalanan karier Dua Lipa. Di panggung musik dunia, ia bukan sekadar bintang pop dengan suara khas, melainkan juga suara politik yang lantang sebuah posisi yang kerap mengundang risiko, tetapi juga mempertegas jati diri.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































