
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ada pemandangan menarik di sirkuit Misano, Italia. Yamaha kembali membawa motor prototipe bermesin V4 untuk diuji dalam sesi tes MotoGP. Dua pebalap, Alex Rins dan Jack Miller, menjadi sosok yang memberi gambaran jelas soal perbedaan performa motor baru ini dengan mesin inline-4 yang selama ini identik dengan Yamaha.
Dikutip dari Crash, Rins mencatatkan waktu terbaik 1 menit 31,571 detik saat menunggangi Yamaha M1 bermesin inline-4 pada pagi hari. Namun ketika beralih ke motor V4 di sesi sore, catatan waktunya menjadi 1 menit 32,101 detik, lebih lambat 0,531 detik. Hari itu, Rins menuntaskan 46 putaran dengan inline-4 dan 34 putaran dengan V4.
Meski hasil waktunya belum lebih cepat, Rins mengaku optimistis.
“Saya cukup senang dengan kinerja motor ini,” ujar Rins.
“Tentu saja. Ini adalah proyek yang sangat baru di mana Yamaha menginvestasikan banyak waktu, dan memiliki dua motor untuk diuji oleh para pebalap Yamaha di sini sungguh luar biasa. Saya sangat bersyukur untuk itu.”
Menurutnya, adaptasi dengan motor baru memang tidak mudah. “Kami hanya membalap di sore hari. Secara keseluruhan, hasilnya cukup positif. Saya senang karena saya merasa pengeremannya sedikit lebih baik dibandingkan dengan inline-4,” tambahnya.
Namun, Rins menegaskan masih banyak hal yang harus dikembangkan.
“Yang pasti, saat kami naik motor lagi nanti, hasilnya akan berbeda. Komponen motornya pun berbeda. Saya sangat senang. Namun, seperti yang sudah saya katakan, masih banyak yang perlu ditingkatkan dalam hal tenaga, pengendalian, dan banyak aspek lainnya. Namun, mereka bekerja keras dan kami berada di jalur yang baik,” katanya.
Jack Miller Rasakan Tantangan Elektronik
Tak hanya Rins, Jack Miller juga mencoba dua konfigurasi mesin tersebut. Miller lebih dulu menguji mesin V4 di sesi pagi dengan catatan waktu 1 menit 32,635 detik, lalu beralih ke inline-4 di sesi kedua dan berhasil menorehkan waktu lebih cepat, yakni 1 menit 31,660 detik.
Menurut Miller, pekerjaan rumah terbesar Yamaha ada di bagian elektronik.
“Elektroniknya perlu banyak perbaikan. Jelas, setelah 20-an tahun bekerja dengan mesin inline, tidak ada pemetaan, kontrol gas, atau sisi elektronik apa pun yang benar-benar kompatibel. Jadi ini adalah proses yang benar-benar baru untuk membangun dan meningkatkan setiap kali kami keluar dari garasi,” ujar Miller.
Meski demikian, ia melihat progres yang menjanjikan.
“Setiap kali kami keluar dari garasi, semuanya menjadi lebih baik. Menjadi lebih mudah digunakan, lebih nyaman dikendarai. Koneksinya mulai membaik sedikit demi sedikit,” katanya.
Miller optimistis Yamaha berada di jalur yang tepat. “Anda membutuhkan setidaknya seminggu untuk semua itu. Jadi kami berada di jalur yang benar. Area traksi sudah ada. Hal yang bagus tentang V4 ini adalah, meskipun kami mengubah hampir semua hal pada motor, DNA Yamaha dengan sasis yang kokoh di bawahnya tampaknya masih ada,” ungkapnya.
Langkah Berani Yamaha
Uji coba mesin V4 ini menandai langkah berani Yamaha, yang selama lebih dari dua dekade dikenal setia dengan inline-4. Meski masih butuh banyak penyempurnaan, terutama soal tenaga dan elektronik, proyek ini menunjukkan keseriusan pabrikan asal Iwata untuk mengejar ketertinggalan dari rival-rival V4 mereka seperti Ducati, Aprilia, dan KTM.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































