
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan diplomatik kembali memanas di Timur Tengah. Pemerintah Qatar melontarkan kecaman keras kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menuduh Doha melindungi sekaligus membiayai para pejabat Hamas.
Lebih jauh, Netanyahu mendesak agar Qatar mengusir atau mengadili Hamas, dengan ancaman jika tidak, Israel sendiri yang akan bertindak.
Pernyataan itu dianggap Doha bukan sekadar tuduhan, melainkan ancaman langsung terhadap kedaulatan negara.
“Netanyahu sepenuhnya menyadari bahwa penempatan kantor Hamas terjadi dalam kerangka upaya mediasi Qatar yang diminta oleh Amerika Serikat dan Israel,” tegas Kementerian Luar Negeri Qatar dalam pernyataannya di platform X, Kamis (11/9/2025).
Qatar menyebut klaim Netanyahu sebagai “upaya putus asa untuk membenarkan kejahatan yang dikutuk oleh seluruh dunia.”
Mereka menegaskan bahwa seluruh negosiasi antara Hamas dan Israel selalu dilakukan secara resmi, dengan dukungan internasional, dan di hadapan delegasi AS maupun Israel.
Kemarahan Doha muncul sehari setelah Israel melancarkan serangan udara di ibu kota Qatar, Doha, pada Selasa (9/9/2025). Serangan itu dikabarkan menargetkan pertemuan para pemimpin tinggi Hamas yang tengah membahas proposal gencatan senjata sandera baru yang disponsori Amerika Serikat.
Netanyahu sebelumnya menyampaikan tuduhannya dalam pidato peringatan serangan 11 September di AS.
“Saya katakan kepada Qatar dan semua negara yang melindungi teroris, kalian usir mereka atau bawa mereka ke pengadilan. Karena jika tidak, kami yang akan melakukannya,” ujar Netanyahu, seperti dilansir AFP. Ia juga menuding Qatar menyediakan rumah-rumah mewah bagi elite Hamas.
Namun, Hamas menegaskan tidak ada tokoh kepemimpinan tertingginya yang menjadi korban. Mereka mengakui lima orang tewas, termasuk putra Khalil al-Hayya, pemimpin Hamas untuk Gaza sekaligus negosiator utama, serta tiga pengawal dan kepala kantornya.
Qatar, yang selama ini bersama Mesir berperan sebagai mediator perdamaian, memperingatkan bahwa serangan Israel terhadap Doha bisa merusak proses negosiasi yang sedang berlangsung.
“Kami akan bekerja sama dengan mitra-mitra kami untuk memastikan Netanyahu dimintai pertanggungjawaban dan tindakannya yang sembrono dan tidak bertanggung jawab itu dihentikan,” tandas Kementerian Luar Negeri Qatar.
Ketegangan terbaru ini menambah rumit upaya gencatan senjata di Gaza, yang sejak awal sudah diwarnai tarik-menarik kepentingan politik dan diplomasi antarnegara.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































