Operasi Pasar Besar-Besaran, Beras Premium Bulog Turun ke Masyarakat

beras
ilustrasi beras (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Lonjakan harga beras di ratusan kabupaten/kota membuat pemerintah kembali memperkuat intervensi pasar. Selain mendistribusikan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memerintahkan Perum Bulog untuk ikut menggelontorkan beras jenis premium dalam operasi pasar.

“Itu kita kejar (dengan) operasi pasar, operasi pasar besar-besaran. Kita siapkan 1,3 juta ton (beras SPHP) operasi pasar,” kata Andi Amran ditemui di DPR RI, mengutip dari detik.com, Rabu (3/9/2025).

Menurutnya, langkah itu perlu dilakukan agar penyaluran beras di masyarakat lebih merata. Selama ini Bulog memang menjual beras premium, hanya saja kali ini stok tersebut juga akan diarahkan untuk memperkuat operasi pasar.

Advertisement
Baca Juga :  Isu Merger Grab dan GoTo Mencuat, Pemerintah Buka Peluang, Pakar Hukum Ingatkan Dampaknya

“Nah ini Bulog kita ajak kemarin juga menjual yang premium. Kan mereka juga sudah jual,” tambahnya.

Saat ini, beras SPHP dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 12.500 per kilogram atau Rp 62.500 untuk kemasan 5 kilogram. Harga tersebut lebih murah dibandingkan HET beras medium yang ditetapkan Rp 13.500/kg.

Namun, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan harga beras masih mengalami kenaikan di berbagai daerah.

Pada pekan keempat Agustus 2025, tercatat 214 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga beras, naik dari 200 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya. Meski demikian, inflasi beras secara nasional tercatat mulai melandai.

“Inflasi berasnya sendiri sebesar 0,73% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Ini pun tingkat inflasi berasnya sudah relatif lebih rendah dibandingkan dengan tingkat inflasi di bulan Juli. Artinya, tekanan inflasi dari komoditas-komoditas ini sudah relatif menurun,” jelas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam rapat inflasi daerah di Jakarta, Selasa (2/9/2025).

Baca Juga :  Mentan Ungkap Cadangan Beras Nasional Tembus Rekor, Aman hingga 11 Bulan

Berdasarkan data BPS, harga beras medium rata-rata naik 1,05% dibanding Juli 2025, menjadi Rp 13.998/kg dari sebelumnya Rp 13.853/kg.

Angka itu sudah melewati HET Rp 13.500/kg. Sementara harga beras premium naik 0,80%, dengan rata-rata Rp 15.432/kg, lebih tinggi dari HET Rp 14.900/kg.

Dengan situasi ini, pemerintah berharap operasi pasar gabungan SPHP dan premium dapat menahan laju harga, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel