TIMETODAY.ID — Menghadapi anak yang sedang tantrum memang sangat menantang dan bisa menguji kesabaran orang tua. Namun, memarahi atau membentak anak bukanlah solusi yang tepat.
Berikut adalah tujuh cara efektif yang dapat dilakukan tanpa harus marah-marah, agar anak dapat tenang dan belajar mengendalikan emosinya.
1. Tetap Tenang dan Kendalikan Emosi Anda
Ketika anak tantrum, hal utama yang harus orang tua lakukan adalah tetap tenang. Emosi negatif orang tua bisa menular dan justru memperparah situasi.
Dengan bersikap tenang, orang tua mengajarkan anak bahwa tantrum bukanlah cara efektif untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Setelah anak tenang, barulah bicarakan perilaku mereka dengan nada lembut.
2. Abaikan Tantrum yang Tidak Berbahaya
Jika tantrum anak tidak berbahaya, cobalah untuk mengabaikannya. Jangan memberikan perhatian berlebihan pada perilaku yang negatif agar anak tidak menggunakannya sebagai alat untuk mendapatkan sesuatu.
Namun, jika anak mulai melakukan tindakan agresif, segera amankan situasi dan pindahkan ke tempat yang aman.
3. Alihkan Perhatian Anak
Salah satu cara ampuh adalah mengalihkan perhatian anak dengan aktivitas atau benda favoritnya seperti mainan atau buku kesukaan.
Hal ini seringkali efektif meredakan emosi anak yang sedang meledak sehingga ia dapat beralih pada hal lain yang lebih positif.
4. Berikan Pelukan dan Sentuhan Kasih Sayang
Pelukan atau menggendong anak dapat membantu menenangkan emosi mereka. Sentuhan positif ini memicu hormon oksitosin yang membuat anak merasa aman dan nyaman.
Pastikan orang tua juga tetap tenang saat melakukan ini agar anak tidak semakin stres.
5. Buat Aturan dan Batasan yang Jelas
Sebelum beraktivitas, beri penjelasan kepada anak terkait aturan yang harus dipatuhi. Misalnya, jelaskan bahwa saat pergi hanya membeli makanan, bukan membeli mainan atau es krim.
Penjelasan yang tegas sambil menatap mata anak dapat membantu anak memahami batasan tanpa merasa diabaikan.
6. Gunakan Teknik Mirroring dan Berbisik
Teknik mirroring berarti mencerminkan ekspresi dan bahasa tubuh anak untuk menunjukkan empati dan pemahaman, bukan meniru perilaku negatifnya.
Selain itu, berbicara dengan suara berbisik dapat mengalihkan perhatian anak dan membantu menenangkan suasana.
7. Beri Ruang dan Biarkan Anak Meluapkan Emosinya
Kadang, anak memang perlu meluapkan emosinya agar merasa lega. Orang tua dapat membiarkan anak menangis atau marah di tempat yang aman sambil menjauhkan dari benda berbahaya.
Setelah anak selesai, barulah orang tua bisa membimbing dengan kata-kata lembut untuk memahami perasaannya.
Dengan menerapkan cara-cara di atas, orang tua dapat menghadapi tantrum anak tanpa kehilangan kesabaran ataupun harus marah-marah.
Hal ini tidak hanya menenangkan anak saat itu juga, tetapi juga mengajarkan anak cara mengelola emosi secara sehat untuk masa depan.
Jika ingin lebih lengkap, setiap langkah bisa disesuaikan dengan karakter dan kondisi anak agar hasilnya maksimal. Kesabaran dan konsistensi orang tua adalah kunci keberhasilan menghadapi tantrum anak.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































