TIMETODAY.ID, JAKARTA – Masyarakat diimbau waspada terhadap peredaran beras oplosan di pasaran. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, beras oplosan memiliki sejumlah ciri fisik yang dapat dikenali secara kasat mata.
Melansir beritasatu.com, Jumat (18/7/2025), ciri-ciri tersebut antara lain butiran beras yang tidak seragam, ukuran bervariasi dari besar, kecil, hingga patah. Warna beras pun tidak homogen, sebagian putih cerah dan sebagian kusam kekuningan.
Selain itu, aroma nasi hasil masakan dari beras oplosan cenderung kurang sedap, dengan bau sedikit asam atau apek. Tekstur nasi biasanya lembek dan lebih cepat basi, menandakan kualitas beras yang tidak stabil dan rendah kebersihan.
Kemasan beras oplosan juga kerap mencurigakan, seperti label produsen yang tidak jelas atau perbedaan berat bersih dengan standar resmi.
Untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko beras oplosan, WHO dan Food Safety Authority merekomendasikan beberapa langkah pencegahan. Pertama, memeriksa kemasan secara teliti, memastikan label produsen jelas, mencantumkan nama perusahaan, nomor BPOM atau izin edar resmi, dan berat yang sesuai.
Kedua, mengamati fisik beras sebelum membeli. Jika terdapat bau kimia atau pewangi berlebihan yang tidak wajar, sebaiknya dihindari. Ketiga, memasak dan menyimpan nasi dengan benar.
Nasi yang telah dimasak sebaiknya disimpan dalam suhu di atas 60 derajat Celsius atau segera didinginkan di bawah lima derajat Celsius untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
Keempat, masyarakat diimbau segera melaporkan jika menemukan produk beras dengan kondisi mencurigakan kepada dinas ketahanan pangan setempat atau satgas pangan di wilayah masing-masing.
Meski beras oplosan yang hanya merupakan campuran beras asli kualitas berbeda umumnya tidak menimbulkan efek kesehatan fatal secara langsung, praktik tersebut tetap merugikan konsumen dari sisi gizi, ekonomi, dan keamanan pangan, terutama jika melibatkan penambahan zat kimia berbahaya.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di atau via whatsapp timetoday wa channel





































