Prosopometamorphopsia: Saat Dunia Jadi Film Horor di Mata Victor Sharrah

Victor Sharrah
PMO atau prosopometamorphopsia merupakan kondisi neurologis langka yang mengganggu cara pengidapnya memandang wajah orang lain dan terlihat seperti monster. (AFP/ANTONIO MELLO)
TIMETODAY.ID — Pada suatu pagi musim dingin di Nashville, Amerika Serikat, hidup Victor Sharrah berubah dalam sekejap. Kala itu, pria berusia 59 tahun ini sedang duduk santai menonton televisi di ruang tamunya. Tiba-tiba, pandangannya tertumbuk pada wajah teman serumahnya — tapi bukan wajah yang familiar.
Yang dilihat Victor justru sosok yang mirip makhluk film horor: mata memanjang, guratan wajah menyerupai luka dalam, dan telinga runcing bak karakter fiksi ilmiah.
“Saya berpikir, ‘Apa yang saya lihat?'” kenang Victor, mencoba mengingat momen ganjil yang kemudian membalik hidupnya, dikutip dari CNN.
Sayangnya, ketakutan itu tak sekadar mimpi buruk singkat. Sejak hari itu, setiap wajah manusia yang Victor temui tampak seperti monster.
“Seolah-olah saya sedang menatap iblis. Bayangkan bangun suatu pagi dan semua orang di dunia terlihat seperti makhluk dari film horor,” katanya.
Bukan Horor, Melainkan Gangguan Langka
Banyak orang mungkin akan mengira Victor sedang berhalusinasi. Namun, dokter kemudian memastikan ia mengidap kondisi neurologis yang sangat langka: prosopometamorphopsia (PMO).
PMO membuat penderitanya melihat wajah manusia dalam bentuk yang terdistorsi — bisa melar, bergeser, atau tampak aneh — sementara objek lain tetap terlihat normal.
“Untuk saya, bentuk distorsinya cenderung sama di tiap orang, garis-garis di wajah, mata dan mulut yang melebar, serta telinga yang meruncing,” ungkapnya.
Pada sebagian kasus, distorsi bahkan lebih ekstrem: mata seolah keluar dari rongga, wajah mirip lukisan surealis Salvador Dali, atau menyerupai kepala ikan dan naga.
Sayangnya, karena kelangkaannya — hanya tercatat 81 kasus di dunia — PMO sering disalahpahami sebagai gangguan jiwa. Tak sedikit penderita yang berakhir menerima obat antipsikotik, atau bahkan dirawat di rumah sakit jiwa.
Mata Rasa Iblis dan Titik Balik dari Facebook
Dalam keputusasaan, Victor sempat menulis curhat di sebuah grup Facebook, berharap ada yang mengerti betapa menakutkannya dunia yang kini dilihatnya.
“Setiap wajah yang saya lihat, selain di layar, tampak jahat, menyimpang, dan menyeramkan. Seperti dalam film John Carpenter,” tulisnya.
Unggahan itulah yang mempertemukannya dengan Catherine Morris, seorang relawan berpengalaman mendampingi murid tunanetra. Dengan pengetahuan soal bagaimana cahaya memengaruhi persepsi visual, Catherine pun tergerak membantu.
Lewat panggilan video, Catherine bereksperimen menyalakan lampu pintar yang bisa mengubah warna. Saat cahaya diatur ke merah, Victor justru dilanda serangan panik. Namun begitu berubah ke hijau, sesuatu yang menakjubkan terjadi: wajah-wajah menakutkan itu perlahan kembali normal.
Victor menangis haru — kacamata dengan lensa hijau segera dikirim kilat ke rumahnya.
Mencari Jalan Keluar
Kini, Victor bekerja sama dengan tim peneliti dari Dartmouth College, termasuk Brad Duchaine dan Antonio Vitor Reis Goncalves Mello, untuk mengembangkan pemahaman dan potensi terapi bagi penderita PMO.
Salah satu terobosan mereka adalah dengan merekonstruksi gambar dua dimensi (2D) yang bebas distorsi bagi Victor. Ini membuka peluang untuk memahami secara akurat seperti apa wujud “wajah monster” versi PMO.
Ada juga metode mencoba gambar wajah simetris, yang rupanya bisa membantu beberapa penderita mengurangi distorsi visual.
“Kalau ini terbukti efektif dalam studi lanjutan, bisa jadi kacamata khusus dapat dikembangkan untuk membantu penderita PMO melihat wajah secara normal,” jelas Mello.
Bagi Victor, ini lebih dari sekadar perjuangan melihat dunia dengan ‘wajar’. Ia merasa punya misi untuk menyelamatkan orang lain dari stigma dan kesalahan diagnosis.
“Saya hampir menyerahkan diri ke rumah sakit jiwa. Saya tahu ada orang lain yang sudah lebih dulu dikirim ke sana. Berapa banyak orang yang sebenarnya hanya butuh pemahaman, bukan obat antipsikotik?” kata Victor menutup kisahnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Penggemar Horor Merapat! 5 Film Baru 2026 Ini Siap Hadirkan Teror Tak Terlupakan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel