TIMETODAY.ID — Awal Juli 2025 membawa sajian langit yang menarik. Tepat pada 10 Juli, Bulan akan mencapai fase purnama dan kali ini, keindahannya datang dengan efek visual yang sering bikin heran: ilusi Bulan.
Dilansir dari BBC Sky at Night Magazine, purnama akan muncul sedikit lewat pukul 21.00 UTC atau sekitar 04.00 WIB pada 11 Juli. Karena posisinya sangat rendah di langit, Bulan akan terlihat seolah-olah merayap pelan di cakrawala tenggara.
Menariknya, ketika mencapai posisi tertinggi pun — sekitar pukul 00:30 UTC (07.30 WIB) — Bulan hanya akan terangkat sekitar 10 derajat di atas cakrawala, khususnya bagi pengamat di wilayah Inggris tengah. Jika Anda berada di lintang yang lebih selatan di Belahan Bumi Utara, Bulan akan terlihat sedikit lebih tinggi.
Kenapa Bulan Bisa Terlihat Lebih Besar di Cakrawala?
Saat mendekati terbenam, purnama Juli ini akan tetap rendah dengan lintasan landai. Bulan diperkirakan tenggelam di balik cakrawala barat daya sekitar pukul 03:50 UTC.
Posisi rendah inilah yang memicu fenomena optik bernama Moon illusion. Efek ini membuat Bulan tampak jauh lebih besar ketika berada dekat cakrawala, meski sebenarnya ukuran sudutnya sama. Kabut atmosfer tipis di dekat horizon menambah dramatis ilusi ini.
Secara astronomis, purnama terjadi ketika Bulan berseberangan dengan Matahari di langit — alias bujur ekliptikanya terpaut 180 derajat. Orbit Bulan sendiri miring sekitar 5 derajat dari bidang orbit Bumi (ekliptika), sehingga posisi Bulan di langit selalu bergeser naik turun sepanjang tahun.
Latar Belakang: Gerak Rumit Bulan di Langit
Orbit Bulan yang miring menciptakan dua titik simpul — tempat orbit Bulan memotong ekliptika. Titik simpul menaik terjadi ketika Bulan berpindah dari selatan ke utara, sedangkan simpul menurun sebaliknya. Menariknya, simpul ini berpresesi, berputar mengelilingi ekliptika dalam siklus 18,6 tahun.
Inilah yang memengaruhi deklinasi maksimum Bulan — jarak sudutnya dari ekuator langit. Pada fase major lunar standstill, deklinasi maksimum Bulan bisa mencapai ±28,5 derajat. Sebaliknya, pada minor lunar standstill, angka itu turun jadi ±18,5 derajat.
Saat ini, Bulan sedang dalam periode penghentian gerak besar (major standstill). Itulah sebabnya, lintasannya di langit sedang ‘landai-landainya’. Purnama kali ini menjadi contoh sempurna bagaimana orbit Bulan memengaruhi bagaimana kita melihatnya dari Bumi.
Cara Seru Menikmati Ilusi Bulan
Kalau cuaca cerah, cobalah memandangi Bulan tepat setelah terbit atau beberapa saat sebelum terbenam. Anda akan melihatnya mengambang rendah, tampak lebih besar daripada biasanya.
Ingin eksperimen sederhana? Angkat tangan lurus ke depan, arahkan jari kelingking ke Bulan. Ajaibnya, jari kecil Anda tetap bisa menutupi Bulan yang tampak ‘raksasa’. Itulah ilusi Bulan — trik otak kita yang tertipu konteks langit dan objek di cakrawala.
Jadi, siapkan alarm dini hari 11 Juli nanti. Siapa tahu, di sela udara dingin subuh, Anda berkesempatan melihat Bulan dengan wujud ‘raksasa’-nya yang legendaris.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































