
TIMETODAY.ID — Sebuah bangunan megah berbentuk kapal berdiri di kawasan Pantai Sedari, Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bangunan itu bukan kapal sungguhan, melainkan Masjid Jami Jati Al Mukaromah yang lebih akrab disebut warga sebagai masjid kapal karena desainnya yang menyerupai perahu raksasa.
Masjid kapal ini menempati area seluas 5.000 meter persegi dan kini menjelma menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan yang berkunjung ke pesisir utara Karawang. Berkat keunikannya, Masjid Jami Jati Al Mukaromah tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga magnet wisata baru yang ramai dibicarakan warganet di media sosial.
Tiga Lantai dengan Panorama Laut
Bangunan masjid kapal ini berdiri kokoh dengan tiga lantai. Dua lantai pertama digunakan untuk kegiatan shalat berjamaah, sedangkan lantai ketiga sengaja dibuka untuk wisatawan yang ingin menikmati panorama laut lepas dan hamparan alam sekitar. Lantai paling atas inilah yang paling diminati pengunjung setiap akhir pekan atau musim libur.
Ramainya kunjungan membuat masjid kapal kian populer dan menjadi ikon wisata Pantai Sedari. Banyak wisatawan datang karena penasaran dengan wujudnya yang viral. Untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung, pihak pengelola memberlakukan sistem bergilir agar semua orang bisa masuk secara tertib.
Terinspirasi dari Kisah Nabi Nuh
Di balik bentuknya yang ikonik, masjid kapal ini menyimpan cerita inspiratif. Sadi, sang pendiri, bercerita bahwa ide mendirikan masjid kapal muncul dari kisah Nabi Nuh yang membangun bahtera raksasa demi menyelamatkan umatnya dari banjir besar.
“Untuk mengajak orang-orang mengingat Tuhan melalui sejarah Nabi Nuh,” kata Sadi, Selasa (1/7/2025), mengutip dari inews.com.
Pembangunan masjid kapal sendiri belum sepenuhnya rampung. Menurut Sadi, saat ini progresnya baru sekitar 75 persen. Namun, tingginya antusias masyarakat membuat dirinya membuka akses bagi wisatawan yang ingin beribadah sambil menikmati pemandangan laut.
“Pembangunan masjid masih berjalan. Sampai sekarang sudah menghabiskan dana Rp10 miliar,” tuturnya.
Shalat Sambil Wisata
Sadi berharap kehadiran masjid kapal tak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga mampu menjadi pusat syiar Islam di wilayah pesisir Karawang. Lokasinya yang dekat dengan pantai membuat jamaah dan pengunjung bisa merasakan sensasi beribadah dengan suasana laut.
“Wisatawan bisa salat sambil wisata,” ujar Sadi menutup perbincangan.
Kini, masjid kapal di Pantai Sedari menjadi bukti bahwa kreativitas bisa melahirkan ikon wisata religi sekaligus tempat belajar sejarah, yang membangkitkan semangat masyarakat untuk tetap mengingat nilai-nilai agama di tengah geliat wisata bahari.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel


































