
TIMETODAY.ID, BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota (Wawalkot) Jenal Mutaqin tampil mengenakan baju adat Sunda Menak dalam perhelatan Helaran Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 yang digelar Sabtu (28/6/2025) malam.
Pakaian adat Sunda Menak dikenal sebagai busana khas kaum bangsawan atau ningrat di masa lalu. Menurut Dedie, pemilihan busana tersebut merupakan bentuk pelestarian budaya sekaligus penghormatan terhadap sejarah Sunda.
“Saya mengenakan baju Sunda Menak, biasa dipakai pegawai pemerintah pada zaman dulu. Ini simbol status sosial masyarakat Sunda pada masa kerajaan,” ujar Dedie di Balai Kota Bogor.
Sementara melansir beberapa sumber, Baju adat Sunda Menak memiliki ciri khas yang elegan dan mewah.
Untuk pria, busana ini terdiri dari jas beludru hitam bersulam benang emas di bagian kerah, ujung lengan, dan sekitar kancing, dipadukan dengan celana senada.
Pelengkapnya antara lain kain batik yang diikat di pinggang, ikat pinggang emas, dan aksesoris seperti Bendo (penutup kepala), arloji rantai emas, serta lilitan jarik.
Busana ini menampilkan kesan kehormatan dan status sosial tinggi, sejalan dengan makna kata “Menak” yang dalam Bahasa Sunda berarti terhormat.
Editor: B. Supriyadi




































