TIMETODAY.ID, BOGOR – Puskesmas Puraseda di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mendadak jadi primadona media sosial. Bukan karena inovasi layanan atau pencapaian gemilang, melainkan karena viralnya video seorang ibu memaki petugas yang menutup pelayanan lebih cepat dari jadwal.
Dalam video tersebut, seorang wanita bernama Nining terlihat membakar semangat nasionalisme dengan nada tinggi, memaki petugas puskesmas yang menutup layanan sebelum pukul 15.00 WIB. Tentu saja, ini adalah bentuk ekspresi cinta rakyat terhadap pelayanan publik yang terlalu efisien.
“Saya datang ke puskesmas pada hari Kamis siang, waktu itu jam 15.00 WIB. Padahal belum lewat jam tiga, tapi pintunya sudah digembok. Saya kesal, pelayanannya tidak maksimal,” ujar Nining kepada wartawan.
Pintu digembok, hati terkunci. Rakyat kecewa, tapi gembok tetap kokoh. Sungguh bentuk pertahanan sipil yang layak masuk kurikulum Bela Negara.
Tak hanya Nining, keluhan juga datang dari Lusi, warga lainnya yang tampaknya sudah akrab dengan skenario “main HP di balik tirai”.
“Aku pernah ke sana, sering tutup lebih awal. Padahal di dalam masih banyak pegawai, malah pada main HP saja,” keluh Lusi.
Sementara itu, pihak Puskesmas memilih strategi silent treatment. Tak ada klarifikasi, tak ada klarifikasi lebih lanjut, mungkin sedang sibuk menyusun SOP baru: “Layanan Cepat Pulang Tanpa Beban.”
Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp soal video viral itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Irman Gapur, tampil minimalis.
“Wajib dikonfirmasi,” tulisnya singkat.
Publik kini menanti, apakah akan ada perubahan atau justru puskesmas akan membuka layanan drive-thru, cukup klakson dua kali, petugas keluar sebentar lalu kembali bermain ponsel?
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































