Mengenal Hari Janda Internasional dan Pentingnya Dukungan bagi Para Janda

Hari Janda Internasional
ilustrasi Hari Janda Internasional (istock)
TIMETODAY.ID Hari Janda Internasional atau International Widows Day diperingati setiap tanggal 23 Juni sebagai hari aksi global tahunan yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyoroti diskriminasi dan ketidakadilan yang dialami oleh para janda di seluruh dunia.

Sejarah Hari Janda Internasional

Hari Janda Internasional pertama kali diusulkan oleh The Loomba Foundation, sebuah yayasan yang didirikan oleh Raj Loomba dan istrinya.
Raj Loomba terinspirasi dari perjuangan ibunya, Pushpa Wati Loomba, yang menjadi janda pada 23 Juni 1954 dan harus berjuang keras untuk menghidupi keluarganya.
Pada 26 Mei 2005, gagasan ini diluncurkan di House of Lords, London, dan melalui kampanye global selama lima tahun, akhirnya pada Sidang Umum PBB Desember 2010, tanggal 23 Juni secara resmi diakui sebagai Hari Janda Internasional.

Makna dan Tujuan Peringatan

Peringatan ini bukan hanya untuk mengenang mereka yang kehilangan pasangan, tetapi juga untuk mengakui kekuatan, ketabahan, dan kontribusi para janda. Hari Janda Internasional bertujuan untuk memberikan suara kepada para janda, memperjuangkan hak-hak mereka, serta melawan stigma, diskriminasi, dan ketidakadilan yang kerap mereka alami.
PBB berharap dengan adanya peringatan ini, kesadaran masyarakat terhadap tantangan yang dihadapi janda meningkat dan dukungan untuk hak-hak mereka dapat diwujudkan secara nyata.

Tantangan yang Dihadapi Para Janda

Para janda di berbagai negara, terutama di negara berkembang, sering menghadapi berbagai masalah serius, seperti:
  • Tidak mendapatkan hak warisan dan harta benda yang seharusnya menjadi milik mereka setelah suami meninggal.
  • Stigma sosial yang menyebabkan mereka dikucilkan, bahkan dianggap membawa penyakit atau dianggap sebagai penyebab malapetaka.
  • Ketidakmampuan mengakses sumber daya ekonomi seperti rekening bank, pensiun, dan layanan kesehatan, yang dapat menyebabkan kemiskinan dan kesulitan hidup.
  • Risiko kekerasan dan diskriminasi yang tinggi, termasuk dalam konteks konflik bersenjata dan pandemi.
  • Beban menjadi kepala keluarga tunggal yang harus menghidupi diri sendiri dan anak-anak tanpa dukungan yang memadai.

Pentingnya Dukungan dan Pemberdayaan

Hari Janda Internasional juga menjadi momentum untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan, kampanye anti-diskriminasi, dan memastikan para janda mendapatkan akses yang adil terhadap hak-hak mereka, termasuk hak atas warisan, tanah, dan sumber daya produktif.
Dengan demikian, peringatan ini mendorong perubahan budaya dan kebijakan yang lebih inklusif dan adil bagi para janda di seluruh dunia.
Hari Janda Internasional mengingatkan kita bahwa kehilangan pasangan bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan awal dari perjuangan baru yang membutuhkan dukungan dan pengakuan dari masyarakat dan pemerintah.
Peringatan ini mengajak semua pihak untuk bersama-sama memperjuangkan hak dan martabat para janda agar mereka dapat hidup dengan sejahtera dan bermartabat.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Profil KH Hasyim Asy'ari, Penggagas Resolusi Jihad yang Kini Diperingati sebagai Hari Santri

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel