TIMETODAY.ID — Kunyit dikenal memiliki kandungan antiinflamasi dan antioksidan yang bermanfaat untuk membantu mengatasi berbagai kondisi kesehatan. Rempah ini dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan pada penderita osteoarthritis.
Kunyit bisa dinikmati dengan berbagai cara, seperti direbus menjadi minuman, dicampurkan ke dalam makanan, hingga dikonsumsi dalam bentuk suplemen. Meski banyak manfaatnya, mengonsumsi kunyit dalam jumlah berlebihan justru dapat memicu efek samping yang merugikan kesehatan.
Efek Samping Akibat Konsumsi Kunyit Berlebihan
Jika dikonsumsi terlalu banyak, kunyit bisa menimbulkan berbagai efek samping, antara lain gangguan saluran cerna, anemia, penurunan kadar gula darah, hingga risiko kerusakan hati dan ginjal.
-
Gangguan Saluran Pencernaan
Menurut Medical News Today, kunyit dalam dosis tinggi dapat menyebabkan keluhan seperti mual, refluks asam, sakit perut, muntah, dan diare.
-
Anemia
Konsumsi kunyit berlebihan bisa menghambat penyerapan zat besi, sehingga meningkatkan risiko anemia. Health menyebutkan bahwa anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah untuk membawa oksigen, dengan gejala seperti pusing, sakit kepala, jantung berdebar, sulit fokus, hingga merasa lemas.
-
Hipoglikemia (Gula Darah Rendah)
Kunyit membantu memindahkan glukosa dari darah ke otot sehingga berpotensi menurunkan kadar gula darah. Walaupun berguna untuk sebagian orang, kondisi ini bisa membahayakan mereka yang kadar gula darahnya normal, karena dapat memicu hipoglikemia.
-
Kerusakan Hati
Konsumsi kunyit yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan hati, seperti hepatitis, kerusakan sel hati, dan penumpukan empedu (kolestasis). Gejalanya meliputi nyeri di perut, urine berwarna gelap, kulit atau mata menguning (penyakit kuning), dan mual.
-
Kerusakan Ginjal
Meski jarang, terlalu banyak kunyit dapat menyebabkan penumpukan oksalat di ginjal yang berisiko memicu kerusakan ginjal. Salah satu kasus dilaporkan pada pria 69 tahun yang mengalami gagal ginjal akibat konsumsi suplemen kunyit dan antibiotik dalam jangka panjang.
Dosis Aman Kunyit
Menurut WebMD dan Healthline, belum ada standar resmi untuk dosis kunyit. Namun, US Food and Drug Administration (FDA) menganggap kunyit aman dikonsumsi hingga 4.000–8.000 mg per hari, termasuk yang berasal dari makanan dan suplemen.
Sementara itu, banyak penelitian memakai dosis 500–2.000 mg ekstrak kunyit per hari sebagai acuan aman.
Tetap disarankan untuk berhati-hati, sebab dosis aman bisa berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan masing-masing orang, dan konsumsi jangka panjang dosis tinggi belum terbukti aman sepenuhnya.
Kunyit Putih dan Hitam
Selain kunyit kuning, ada juga kunyit putih yang biasa digunakan dalam pengobatan tradisional. Studi dalam jurnal “Acute Toxicity Test of White Turmeric (Curcuma Zedoaria) Extract on Histopathological Analysis of the Heart Muscle” menunjukkan, pemberian ekstrak kunyit putih dalam dosis tinggi pada tikus bisa memicu kerusakan sel otot jantung.
Sementara itu, kunyit hitam juga memberi manfaat kesehatan, namun jika dikonsumsi terlalu banyak bisa menimbulkan sakit perut atau masalah saluran cerna lainnya.
Kunyit hitam juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, sehingga orang yang sedang mengonsumsi pengencer darah, obat antiplatelet, atau yang memiliki masalah kantung empedu dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
Apabila muncul gejala efek samping, segera hentikan konsumsi kunyit dan periksakan diri ke tenaga medis untuk mendapatkan kepastian diagnosis dan penanganan yang tepat.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































