Pemerintah Ngotot Bangun 13.000 Hunian Pesisir Berbasis Wisata ala “Maladewa”

hunian pesisir
Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah. Foto : Ist.

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendorong pembangunan hunian pesisir berbasis pariwisata sebagai bagian dari strategi pengembangan permukiman di Indonesia.

Pendekatan ini ditargetkan dapat menghadirkan 13.000 kawasan pesisir baru yang memiliki daya tarik wisata, seperti Maladewa.

Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah mengatakan, pembangunan kawasan pesisir membutuhkan kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Pariwisata. Tujuannya adalah menata permukiman nelayan menjadi kawasan hunian sekaligus destinasi wisata masa depan.

“13.000 Maladewa baru di sepanjang garis pantai Nusantara. Ini menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk mengembangkan hunian pesisir yang terintegrasi dengan ekosistem ekonomi maritim dan pariwisata,” ujar Fahri dikutip dari beritasatu.com, Jumat (13/6/2025).

Di sisi lain, Fahri menyoroti tantangan urbanisasi yang menyebabkan harga lahan semakin mahal. Sebagai solusi, pemerintah mulai mendorong budaya hidup vertikal melalui pembangunan rumah susun.

Menurutnya, subsidi sebaiknya difokuskan pada penyediaan lahan untuk hunian vertikal. Ia menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terhadap gaya hidup bertingkat.

“Tidak ada ketahanan pangan dan energi tanpa pengendalian penggunaan lahan. Dan untuk itu, kehidupan vertikal adalah keniscayaan,” tegasnya.

Fahri juga optimistis sektor perumahan akan menjadi motor penggerak ekonomi nasional dalam satu dekade mendatang. Dengan kebutuhan pembiayaan mencapai Rp30 triliun per tahun, sektor ini diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja dan menggerakkan 185 sektor industri terkait.

“Setiap elemen pembangunan rumah menyentuh berbagai sektor dari semen, baja, kayu, sampai tenaga kerja. Ini adalah peluang besar untuk seluruh pelaku ekonomi nasional,” jelasnya.

 Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  ESDM Pastikan Listrik Tidak Naik, PLN Diminta Optimalkan Distribusi dan Pelayanan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel