Mengupas Manfaat dan Risiko Daging Babi bagi Kesehatan

daging babi
daging babi (istock)
TIMETODAY.ID — Di tengah berbagai pilihan protein hewani, daging babi tetap menjadi bahan makanan yang memancing pro dan kontra—terutama di Indonesia, di mana mayoritas penduduk memeluk agama Islam yang mengharamkan konsumsi daging ini. Namun demikian, tak bisa dipungkiri, olahan daging babi masih mudah ditemukan di berbagai restoran, terutama di kota-kota besar.
Bagi sebagian orang, daging babi memiliki cita rasa khas yang sulit ditandingi oleh daging jenis lain. Di sisi lain, tak sedikit pula yang mewaspadai potensi risiko kesehatan yang tersembunyi di balik kelezatan tersebut.
Lalu, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh jika seseorang rutin mengonsumsi daging babi? Sejumlah penelitian ilmiah telah menelusuri manfaat sekaligus bahayanya.
Nutrisi yang Tak Banyak Diketahui: Kolin dan Vitamin B
Dalam sepiring daging babi, tersembunyi sejumlah zat gizi yang penting untuk tubuh. Salah satunya adalah kolin, nutrisi esensial yang berperan besar dalam fungsi otak, sistem saraf, dan terutama penting bagi ibu hamil dalam mendukung perkembangan janin.
Menurut data dari Eating Well (7/3/2025), dalam 100 gram daging babi terkandung sekitar 88,3 miligram kolin. Tak hanya itu, daging babi juga mengandung vitamin B kompleks seperti tiamin, niasin, B6, dan B12 yang membantu membangun plasenta serta mendukung metabolisme tubuh secara keseluruhan.
Daging Babi dan Jantung, Mungkinkah Bersahabat?
Mungkin mengejutkan, tetapi beberapa bagian daging babi ternyata bisa menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung. Potongan seperti sirloin dan tenderloin tanpa tulang termasuk rendah lemak dan kolesterol. Bahkan, beberapa di antaranya telah mendapat sertifikasi dari lembaga kesehatan seperti American Heart Association.
Daging ini, dalam porsi yang tepat dan dimasak dengan benar, dapat menjadi pilihan sehat—tentu, jika dikonsumsi tanpa tambahan bahan-bahan tinggi garam atau pengawet seperti dalam produk bacon dan ham.
Protein untuk Massa Otot yang Kuat
Satu lagi keunggulan daging babi adalah kandungan proteinnya yang tinggi. Dalam 100 gram, terdapat sekitar 27 gram protein—jumlah yang cukup besar untuk mendukung pembentukan dan pemeliharaan otot. Ini penting, terutama bagi lansia yang rentan mengalami sarcopenia, yaitu penurunan massa otot akibat pertambahan usia.
“Protein sangat penting seiring bertambahnya usia,” ujar Kara Behlke-Ungerman, pakar nutrisi dari National Pork Board.
Tapi, Ada Risiko yang Tak Bisa Diabaikan
Di balik manfaatnya, risiko tetap mengintai. Salah satunya adalah kemungkinan terinfeksi parasit Trichinella, cacing gelang yang dapat masuk ke tubuh jika daging babi tidak dimasak dengan sempurna. Kasus infeksi ini mungkin jarang terdengar, tetapi tetap menjadi ancaman nyata, terutama di wilayah dengan pengawasan pangan yang longgar.
Tak hanya itu, sejumlah studi juga mengaitkan konsumsi daging babi—terutama yang dimasak pada suhu tinggi atau dalam bentuk olahan—dengan risiko kanker, seperti kanker kandung kemih. Penelitian dari Pusat Kanker Universitas Texas menyebutkan, amina heterosiklik yang terbentuk selama proses pemanggangan atau penggorengan berisiko memicu kanker hingga 50 persen lebih tinggi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah memperingatkan bahwa konsumsi rutin 50 gram daging olahan seperti ham atau sosis dapat meningkatkan risiko kanker sebesar 18 persen.
Antara Selera dan Kesadaran
Kehadiran daging babi dalam dunia kuliner memang mengundang dilema tersendiri—terutama di masyarakat yang masih memegang nilai-nilai agama dan budaya secara kuat. Namun, bagi mereka yang mengonsumsinya, informasi seputar manfaat dan risikonya tetap penting untuk diketahui.
Pada akhirnya, seperti halnya jenis makanan lain, konsumsi daging babi memerlukan keseimbangan, pengetahuan, dan pertimbangan yang matang. Sebab dalam setiap gigitan, bukan hanya rasa yang diserap tubuh, tapi juga konsekuensi jangka panjang yang tak selalu terlihat.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Samosa Isi Daging: Camilan Gurih Khas Timur Tengah yang Mudah Dibuat di Rumah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel