Kisah Kakek Ogan, Penjual Buah yang Dipukul OTK di Bogor

Ogan
Wakil Wali Kota Bogor saat menyambangi kediaman Kakek Ogan (78) di ke Kampung Cibanteng Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto : Ist.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Pagi itu, sinar matahari menembus kabut tipis di Jalan Raya Loji, Bogor Barat, Kota Bogor. Di bawah tenda sederhana berwarna biru pudar, tampak sesosok tubuh kurus membungkuk merapikan jeruk dan apel yang baru saja tiba. Dialah Ogan, kakek 78 tahun yang sudah tiga puluh tahun berjualan buah demi sebatang napas harapan bagi keluarga kecilnya.

Tiba-tiba, riuh rendah suara derap kaki dan teriakan warga memecah hening. Ogan terjatuh di antara keranjang buah yang berserakan. Darah merembes dari hidungnya, mengguratkan getir luka yang belum sempat ia pulihkan. Tidak ada saksi jelas, hanya kabar buram tentang sosok orang tak dikenal yang mengayunkan pukulan tanpa sebab.

Kabarnya sampai ke telinga Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, lewat unggahan di media sosial. Tanpa membuang waktu, ia menanggalkan jas rapi dan meluncur ke lokasi bersama petugas Polsek Bogor Barat.

“Kami coba periksa beberapa CCTV di sekitar TKP, namun gambarnya buram dan tak menunjukkan pelaku,” ujar Jenal sambil menunjuk layar ponselnya.

Matanya menyorot serius, menandakan tekadnya untuk membuka tabir misteri di balik kekerasan itu.

Dari petunjuk soal alamat, rombongan bergerak ke Kampung Cibanteng Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Di sebuah rumah beratap genteng merah dan dinding yang mulai retak, Jenal Mutaqin menemui Ogan terbaring di dipan kayu. Wajahnya pucat, hidungnya masih membengkak, dan matanya sembab menahan trauma.

“Korban diajak makan saja tidak mau, berobat pun susah meyakinkan beliau,” ungkap Jenal.

Suaranya melembut melihat kesedihan yang mengiringi kondisi istrinya, seorang wanita yang sudah menderita stroke hampir empat tahun terakhir.

“Ya, itu sangat menyedihkan bagi seorang warga di usia rentan,” tambahnya.

Dengan sigap, Jenal Mutaqin mengatur agar Ogan dirujuk ke klinik terdekat. Tak hanya sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kota, tetapi juga sebagai wujud kepedulian kepada sesama manusia.

“Polisi memfasilitasi pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) langsung di rumah korban,” jelasnya, karena kondisi rumah yang jauh dan kakek masih trauma.”

Sebelum berpamitan, Jenal menyalami tangan ringkih Ogan dan menguatkan keluarga.

“Saya minta Bapak dan Ibu bersabar. Kami telah berkoordinasi dengan Kapolresta Bogor Kota untuk mengejar pelaku,” janji Jenal.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Makam-Makam Palsu di Serang: Ritual Gaib, Goa Misterius, dan Ajaran Menyimpang

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel