TIMETODAY.ID — Dunia teknologi kembali diguncang kabar mengejutkan dari Meta. Perusahaan teknologi raksasa yang dikenal lewat Facebook dan Instagram ini baru saja kembali melakukan langkah efisiensi yang cukup drastis—kali ini menyasar divisi Reality Labs, unit yang bertanggung jawab mengembangkan teknologi masa depan seperti virtual reality (VR) dan augmented reality (AR).
Langkah ini bukan yang pertama. Namun kali ini, yang terdampak adalah para pengembang konten dan pengalaman imersif di bawah payung Oculus Studios—divisi yang selama ini dikenal sebagai dapur kreatif dunia metaverse.
“Beberapa tim di Oculus Studios tengah mengalami perubahan struktur dan peran yang berdampak pada ukuran tim,” ujar Tracy Clayton, juru bicara Meta, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (25/4/2025).
Menurut Tracy, langkah ini diambil bukan tanpa arah. Meta tengah menyesuaikan strategi untuk lebih efisien dalam menghadirkan pengalaman realitas campuran (mixed reality) yang semakin dibutuhkan oleh komunitas pengguna mereka.
“Kami tetap berkomitmen untuk berinvestasi dalam pengalaman realitas campuran, termasuk kebugaran dan permainan, dan tetap ingin menghadirkan pengalaman terbaik bagi komunitas Quest dan Supernatural,” lanjutnya.
PHK ini datang tak lama setelah Meta merumahkan sekitar 5 persen karyawan berkinerja rendah pada Februari lalu. Langkah tersebut disebut-sebut sebagai bagian dari strategi efisiensi menyusul kerugian operasional divisi Reality Labs yang tercatat sebesar USD 4,97 miliar pada kuartal 2024—meski mencatat penjualan sebesar USD 1,1 miliar.
Namun di balik kabar suram ini, Meta juga tengah menggeliatkan harapan baru lewat inovasi.
Gebrakan Baru: Instagram Luncurkan “Edits”, Aplikasi Editing Video Saingan CapCut
Tak ingin terjebak dalam bayang-bayang efisiensi semata, Meta meluncurkan aplikasi video editing bernama Edits. Aplikasi ini digadang-gadang menjadi senjata baru Instagram dalam menarik perhatian kreator konten, khususnya pengguna Reels.
Setelah mengalami penundaan dari jadwal rilis awal pada 13 Maret, Edits resmi meluncur dan kini sudah bisa diunduh di Apple Store maupun Google Play Store sejak 30 April. Aplikasi ini menjadi solusi satu pintu bagi pengguna untuk merekam, mengedit, dan melacak performa video Reels mereka.
“Edits” hadir di saat yang menarik—yakni di tengah isu larangan TikTok dan CapCut di Amerika Serikat. Banyak yang melihat ini sebagai peluang emas bagi Meta untuk memperkuat cengkeramannya di ranah konten video pendek.
Dengan fitur unggulan seperti integrasi langsung ke akun Instagram, perekaman dengan kualitas HD hingga 4K, serta insight performa video, Edits menyasar baik pengguna kasual maupun kreator serius.
Perlindungan Remaja dan AI: Komitmen Meta di Tengah Sorotan
Tak hanya berhenti pada urusan bisnis dan konten, Meta juga menunjukkan langkah preventif terkait keamanan pengguna remaja. Dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), mereka kini lebih aktif mendeteksi remaja yang memalsukan usia demi mengakses konten dewasa.
Langkah ini ditandai dengan peluncuran sistem Teen Account, yang secara otomatis membatasi akses dan fitur bagi pengguna di bawah umur. “Teen Account sudah diluncurkan sejak tahun lalu dan kini diterapkan juga di Facebook serta Messenger,” tulis laporan TechCrunch, Rabu (23/4/2025).
Jika terdeteksi sebagai remaja, sistem akan otomatis memindahkan akun ke mode aman. Bahkan, untuk anak di bawah usia 16 tahun, perubahan pengaturan hanya bisa dilakukan dengan izin orang tua. Meta mengklaim telah mendaftarkan sekitar 54 juta remaja ke akun ini, dan 97 persen pengguna usia 13–15 tahun tetap berada di dalam sistem perlindungan tersebut.
Sebagai bentuk transparansi, Meta juga akan mulai mengirimkan notifikasi ke orang tua terkait pentingnya kejujuran soal usia anak saat berinternet.
Dari PHK hingga peluncuran inovasi, Meta memperlihatkan dua wajah yang kontras—di satu sisi mengejar efisiensi, namun di sisi lain tetap mendorong batas teknologi dan keamanan digital. Bagi industri, langkah ini bisa jadi cerminan dinamika baru dalam menyambut masa depan internet yang makin kompleks.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































