TIMETODAY.ID — Ngemil saat stres adalah kebiasaan yang sering dialami banyak orang. Tiba-tiba, keinginan untuk makan muncul begitu saja tanpa alasan yang jelas, bahkan ketika perut kita sebenarnya tidak merasa lapar.
Tetapi, apa sebenarnya yang dicari oleh tubuh dan pikiran kita saat kita menginginkan camilan di tengah rasa stres?
Fenomena ini, yang dikenal dengan istilah stress eating atau emotional eating, bukan hanya tentang keinginan makan, tetapi juga mencerminkan bagaimana kita merespons perasaan atau tekanan yang kita alami.
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai alasan di balik fenomena ini dan bagaimana cara mengelolanya.
Mengapa Stres Memicu Keinginan untuk Ngemil?
Saat kita merasa stres, tubuh secara alami merespons dengan melepaskan hormon kortisol.
Kortisol ini dikenal sebagai “hormon stres” yang meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan yang kaya akan gula atau lemak.
Ini adalah respons alami tubuh, yang berusaha mencari cara untuk mengatasi perasaan tertekan.
Selain itu, makanan yang tinggi gula atau lemak dapat merangsang pelepasan dopamin di otak.
Dopamin adalah neurotransmiter yang memberikan perasaan bahagia atau “rasa senang”. Oleh karena itu, ngemil saat stres memberi kita “kelegaan” sementara, karena rasa nyaman yang tercipta saat makanan tersebut mempengaruhi otak kita.
Namun, meskipun ngemil memberikan kenyamanan jangka pendek, perasaan itu tidak bertahan lama, dan sering kali kita merasa bersalah atau lebih stres setelahnya.
Apa yang Sebenarnya Dicari oleh Tubuh dan Pikiran?
Walaupun tubuh tampak menginginkan makanan saat stres, kenyataannya yang dicari lebih dari itu. Saat kita ngemil di tengah stres, tubuh sebenarnya mencari kenyamanan emosional dan pelarian dari ketegangan yang dirasakan.
Ngemil bisa menjadi cara untuk mengalihkan perhatian dari masalah atau perasaan tidak nyaman yang sulit dihadapi.
Namun, jika kebiasaan ini dilakukan berlebihan, dapat menimbulkan dampak negatif, seperti kenaikan berat badan atau gangguan pola makan lainnya.
Ini menunjukkan bahwa kita perlu berhati-hati dan lebih sadar tentang alasan di balik keinginan tersebut.
Mengelola Keinginan Ngemil Saat Stres
Jika kamu merasa sering ngemil saat stres, ada beberapa cara yang bisa membantu mengelola kebiasaan ini:
- Kenali Pemicu Emosional
Cobalah untuk lebih sadar terhadap apa yang memicu keinginan untuk ngemil. Apakah itu pekerjaan yang menumpuk, masalah pribadi, atau perasaan cemas? Menyadari pemicu emosional ini adalah langkah pertama untuk mengatasinya. - Alihkan Perhatian ke Aktivitas Lain
Saat rasa ingin ngemil muncul, coba alihkan perhatianmu dengan kegiatan lain yang menenangkan, seperti berjalan kaki, meditasi, atau berbicara dengan teman. Aktivitas ini dapat mengurangi ketegangan dan membantu meredakan stres. - Pilih Camilan Sehat
Jika rasa ingin ngemil sudah tak tertahankan, pilihlah camilan yang lebih sehat, seperti buah-buahan, kacang-kacangan, atau yogurt. Ini akan membantu mengurangi dampak buruk terhadap kesehatan tubuh. - Praktikkan Mindfulness
Mindful eating atau makan dengan kesadaran penuh dapat membantu kita lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Cobalah untuk fokus pada rasa, tekstur, dan aroma makanan, serta perhatikan saat perut mulai merasa kenyang.
Ngemil saat stres memang merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan emosional. Namun, penting bagi kita untuk memahami bahwa tubuh tidak hanya mencari makanan, tetapi juga kenyamanan emosional.
Dengan kesadaran yang lebih tinggi, kita bisa belajar untuk mengelola stres dengan cara yang lebih sehat dan produktif.
Jangan biarkan kebiasaan stress eating menguasai hidupmu. Mulailah dengan mengenali apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh dan pikiran, dan cobalah untuk mencari cara-cara lain yang lebih positif dalam mengatasi stres.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































