Pendaki Gunung Wajib Tahu! Cara Mencegah dan Mengatasi Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi berbahaya yang terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah 35°C
ilustrasi Hipotermia (ai)

TIMETODAY.ID Hipotermia adalah kondisi berbahaya yang terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah 35°C, sehingga mengganggu fungsi organ vital. Pendaki gunung berisiko tinggi mengalami hipotermia akibat paparan suhu dingin, angin kencang, dan kelembapan tinggi. Oleh karena itu, penting bagi para pendaki untuk mengenali gejala dan mengetahui cara penanganannya.

Gejala Hipotermia pada Pendaki

Hipotermia memiliki beberapa tingkatan dengan gejala yang berbeda-beda:

  1. Hipotermia Ringan (Suhu tubuh 32–35°C):
    • Menggigil terus-menerus sebagai respons tubuh menghasilkan panas.
    • Kulit pucat dan terasa dingin saat disentuh.
    • Kelelahan, kantuk, dan kesulitan berkonsentrasi.
    • Gangguan koordinasi, seperti berjalan tidak stabil.
    • Bicara menjadi lambat atau tidak jelas.
    • Kebingungan atau perubahan perilaku.
  2. Hipotermia Sedang (Suhu tubuh 28–32°C):
    • Menggigil berhenti, yang menandakan penurunan produksi panas tubuh.
    • Kulit berubah menjadi kebiruan atau sangat pucat.
    • Respons melambat dan kesadaran menurun.
    • Denyut nadi melemah dan tekanan darah turun.
    • Pupil mata melebar serta tubuh mulai kaku.
  3. Hipotermia Berat (Suhu tubuh di bawah 28°C):
    • Kehilangan kesadaran atau koma.
    • Henti napas dan henti jantung.
    • Edema paru (penumpukan cairan di paru-paru).
    • Berisiko mengalami kematian jika tidak segera ditangani.
Baca Juga :  Prosopometamorphopsia: Saat Dunia Jadi Film Horor di Mata Victor Sharrah

Langkah Penanganan Hipotermia

Jika mendapati seseorang mengalami hipotermia, segera lakukan langkah-langkah berikut:

Advertisement
  1. Pindahkan ke Tempat yang Lebih Hangat
    • Lindungi penderita dari angin, hujan, atau salju dengan mencari tempat berlindung.
  2. Ganti Pakaian Basah
    • Lepaskan pakaian basah dan ganti dengan pakaian kering serta hangat.
  3. Berikan Kehangatan Eksternal
    • Selimuti penderita dengan selimut atau pakaian tambahan.
    • Gunakan botol berisi air hangat yang dibungkus untuk ditempatkan di leher, ketiak, dan selangkangan.
  4. Berikan Minuman Hangat
    • Jika penderita sadar dan mampu menelan, berikan minuman hangat tanpa kafein atau alkohol.
  5. Lakukan Kontak Tubuh
    • Jika memungkinkan, lakukan kontak kulit ke kulit dengan orang lain untuk mentransfer panas tubuh.
  6. Hindari Gerakan Berlebihan
    • Jangan memijat atau menggosok tubuh penderita karena dapat menyebabkan komplikasi serius.
  7. Segera Cari Bantuan Medis
    • Hipotermia adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis secepatnya.
Baca Juga :  7 Manfaat Markisa yang Harus Anda Ketahui untuk Kesehatan Tubuh

Pencegahan Hipotermia bagi Pendaki

Untuk mencegah hipotermia saat mendaki gunung, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Kenakan pakaian berlapis yang sesuai dengan kondisi cuaca.
  • Hindari pakaian basah dan selalu bawa pakaian cadangan yang kering.
  • Konsumsi makanan dan minuman hangat secara teratur untuk menjaga suhu tubuh.
  • Gunakan perlengkapan pendakian yang mendukung perlindungan dari angin dan hujan.
  • Periksa prakiraan cuaca sebelum melakukan pendakian.

Hipotermia dapat dicegah dan ditangani dengan langkah-langkah yang tepat. Oleh karena itu, pendaki harus selalu waspada dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum memulai perjalanan ke daerah bersuhu dingin.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel