
TIMETODAY.ID, BOGOR – Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2024 resmi memasuki tahap verifikasi akhir evaluasi.
Bertempat di SD Cibunian 01, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Selasa (3/12/2024) ini dihadiri berbagai pejabat dan pemangku kepentingan, termasuk Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kabupaten Bogor, Zaenal Ashari, yang mewakili Pj Bupati Bogor.
Zaenal menyampaikan bahwa pelaksanaan P2WKSS tahun ini menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Awalnya, Desa Cibunian menghadapi berbagai tantangan, seperti rumah tidak layak huni, jalan yang masih berupa tanah, lingkungan kurang bersih, dan masih banyak keluarga yang tidak memiliki jamban.
Namun, berkat kolaborasi pemerintah daerah, perangkat desa, organisasi masyarakat, dan warga, kondisi desa kini mengalami transformasi besar.
“Alhamdulillah, kegiatan P2WKSS berjalan baik dari Maret hingga November 2024. Atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi,” jelas Zaenal.
Menurutnya, program ini mencerminkan komitmen Pemkab Bogor untuk meningkatkan peran wanita dalam pembangunan, sebagaimana terlihat dari Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kabupaten Bogor yang mencapai 90,26 poin di tahun 2023.
Zaenal berharap hasil evaluasi ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Cibunian, khususnya di Kampung Cibunian.
Transformasi dan Tantangan Pemberdayaan Perempuan
Ketua Tim Verifikasi, Andik Purwoko, menyebutkan bahwa Jawa Barat memiliki sekitar 25 juta perempuan yang menjadi potensi besar pembangunan. Namun, tantangan masih terlihat di bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.
“Harapan hidup perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, tetapi di sektor ekonomi dan pendidikan, perempuan masih tertinggal. Tugas kita adalah menjembatani kesenjangan ini,” ujar Andik.
Salah satu inovasi untuk memberdayakan perempuan adalah Sekolah Perempuan Jawa Barat. Program ini memberikan pelatihan keterampilan vokasional, seperti menjahit, kecantikan, agrikultur, hingga e-commerce.
Meski fasilitas di Bandung menjadi pusat pelatihan, upaya memperluas jangkauan dilakukan melalui aplikasi Sekoper Jawa Barat, yang menyediakan berbagai tutorial dan materi pelatihan.
“Kami berharap program ini juga diterapkan di kabupaten/kota lain agar lebih banyak perempuan merasakan manfaatnya. Langkah-langkah seperti penyiaran melalui YouTube juga kami optimalkan agar lebih inklusif,” tambah Andik.
Dukungan Desa Cibunian
Ketua TP PKK Desa Cibunian, Sumiati Basuni, menjelaskan bahwa desanya telah ditetapkan sebagai lokasi binaan P2WKSS melalui Keputusan Bupati Bogor. Desa yang memiliki luas wilayah 1.250 hektare ini terdiri atas lima dusun dengan jumlah penduduk 12.600 jiwa, di mana 853 jiwa berada di Kampung Cibunian RW 11.
“Melalui P2WKSS, kami berupaya meningkatkan kondisi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Sebanyak 50 keluarga yang sebelumnya tergolong keluarga tidak sejahtera kini mendapatkan perhatian khusus, baik melalui pembangunan fisik maupun nonfisik,” ungkap Sumiati.
Mewujudkan Keluarga Sehat dan Sejahtera
P2WKSS telah menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan komitmen seluruh pihak dapat membawa perubahan positif. Program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi untuk keberlanjutan pembangunan masyarakat.
Verifikasi akhir yang dilakukan hari ini menjadi momentum penting bagi Desa Cibunian untuk menunjukkan hasil nyata dari berbagai program yang telah dilaksanakan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan P2WKSS terus menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bogor dan Jawa Barat. ***




































