Mengenal Jamaah Islam Aboge

Islam Aboge
Islam Aboge

TIMETODAY.ID – Menurut buku Sejarah & Kebudayaan Islam Periode Klasik (Abad VII-XII M) oleh Prof Ismail Faisal, halaman 39, para penganut Islam Aboge, atau yang dikenal juga sebagai Alif-Rebo-Wage (A-bo-ge), mengikuti ajaran yang diperkenalkan oleh Raden Rasid Sayid Kuning.

Sistem perhitungan yang digunakan oleh aliran Islam Aboge telah digunakan oleh para wali sejak abad ke-14 dan kemudian disebarkan lebih luas oleh ulama Raden Rasid Sayid Kuning dari Pajang.

Berdasarkan penelitian lapangan Elva Laily, Srinthil, Pusaka Saujana Lereng Sumbing, Islam Aboge tidak dapat dianggap sebagai aliran keagamaan yang terpisah.

Advertisement

Seperti umat Islam pada umumnya, pengikut Islam Aboge juga mematuhi ajaran syariat Islam seperti salat lima waktu dan puasa Ramadan. Namun, mereka sering mempraktikkan ritual-ritual yang berasal dari tradisi lokal bersama dengan ibadah Islam.

Baca Juga :  15 Ucapan Ramadan 2024 untuk Orang Terdekat, Simple Namun Penuh Makna

Islam Aboge sebenarnya bukan aliran atau ajaran yang berdiri sendiri. Istilah “Aboge” adalah singkatan dari Alip-Rebo-Wage, yang mengacu pada sistem perhitungan kalender Jawa yang menggunakan satu windu (delapan tahun) untuk menyelesaikan satu periode waktu.

Para pengikut Islam Aboge meyakini bahwa dalam setiap periode delapan tahun, atau satu windu, terdapat tahun-tahun yang disebut dengan huruf-huruf Jawa, dan setiap tahun terdiri dari 12 bulan dengan panjang bulan antara 29-30 hari, sesuai dengan hari pasaran dalam kalender Jawa: Pon, Wage, Kliwon, Legi (Manis), dan Pahing.

Baca Juga :  Hari Ini Google Doodle Tampilkan Animasi Tari Rangkuk Alu, Bagaimana Sejarahnya?

Penganut Islam Aboge memiliki sistem perhitungan sendiri untuk menentukan tanggal-tanggal penting dalam agama Islam, seperti 1 Syawal dan hari-hari besar lainnya.

Mereka menetapkan hari dan pasaran pertama pada tahun Alif jatuh pada Rabu Wage, dan mereka menggunakan rumus khusus untuk menentukan tanggal-tanggal penting, seperti tanggal 1 Ramadhan dan 1 Syawal, berdasarkan hitungan tahun yang berjalan.

Misalnya, 1 Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada Senin Kliwon, 4 April 2022, dan 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh pada Rabu Kliwon, 4 Mei 2022. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

=========================================================