14 Armada Damkar dan 2 Unit Robot Diterjunkan Padamkan Kebakaran Gudang Amunisi

gudang amunisi
Gulkarmat DKI Jakarta menurunkan 14 unit mobil pemadam kebakaran, 2 unit robot pemadam jenis Dok-Ing MVF-5 U3 dan LUV-60, serta mobil pompa pendukung dikerahkan dalam upaya pemadaman kebakaran gudang amunisi Artileri Medan (Armed) di Desa Ciangsana, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, perbatasan Bekasi-Bogor. (Beritasatu.com/Taufik Hidayat)

TIMETODAY.ID – Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamat DKI Jakarta (Dinas Gulkarmat) mengerahkan 14 armada damkar (pemadam kebakaran) dan 2 unit robot dalam upaya pemadaman kebakaran gudang amunisi Artileri Medan (Armed) di Desa Ciangsana, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, dekat perbatasan Bekasi-Bogor, Minggu (31/3/2024) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Atas perintah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta menurunkan 14 mobil pemadam kebakaran, 2 unit robot pemadam jenis Dok-Ing MVF-5 U3 dan LUV-60, serta mobil pompa pendukung untuk ikut serta dalam upaya pemadaman tersebut.

Baca Juga :  Hari Pertama Pembukaan KBM, HMI Langsung Gas Berantas Penyakit DBD

Satriadi Gunawan, Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, menjelaskan bahwa mereka telah menerapkan berbagai strategi dalam upaya pemadaman, termasuk melakukan pendinginan pada gudang yang tidak terkena dampak dan menggunakan dua robot pemadam canggih yang dapat dioperasikan dari jarak 500 meter untuk gudang yang terbakar.

Advertisement

“Saat ini kami fokus pada pemadaman di gudang yang terkena dampak langsung, sementara juga melakukan pendinginan pada gudang yang belum terkena dampak. Kami juga menggunakan dua robot untuk membantu dalam pemadaman,” ungkap Satriadi Gunawan, seperti dikutip dari beritasatu.com, Minggu (31/3/2024).

Baca Juga :  Acungkan Salam Dua Jari Usai Dilantik, Anggota KPPS Pangandaran Berakhir Dipecat

Satriadi juga menambahkan bahwa proses pemadaman dimulai setelah tim penjinak bahan peledak (jihandak) melakukan penelusuran di lokasi dan memastikan keamanan area sebelum operasi dimulai.

“Tim jihandak telah melakukan pengecekan di lokasi untuk memastikan keamanan sebelum kami memulai operasi. Meskipun membutuhkan waktu, namun keamanan tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

=========================================================