BPOM Bandung Mengamankan Empat Ribu Kosmetik Ilegal

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM Bandung berhasil mengamankan empat ribu kosmetik ilegal setelah melakukan pengecekan ke-30 lokasi penjualan hingga distributor. Foto : Ilustrasi.

TIMETODAY.ID, BANDUNG – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM Bandung berhasil mengamankan hampir empat ribu kosmetik ilegal setelah melakukan pengecekan ke-30 lokasi penjualan hingga distributor.

Kosmetik ilegal tersebut terdiri dari yang tidak memiliki izin edar serta kedaluwarsa.

Kepala Balai BPOM Bandung Sukriadi Darma menjelaskan, total ada 3.826 buah kosmetik yang disita dari 182 jenis kosmetik.

Advertisement

Ribuan kosmetik tersebut diamankan dari sejumlah agen, salon, hingga klinik kecantikan.

“Ada tiga kategori yaitu kosmetik yang kedaluwarsa sudah lewat, kemudian kosmetik tanpa izin edar yang lokal, dan tanpa izin edar yang impor,” kata Sukriadi di Kantor Balai BPOM Bandung, Jawa Barat, seperti mengutip genpi.co.id, Kamis (4/8/2022)

Sementara ribuan kosmetik itu diamankan dari delapan daerah, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, dan Kota Bekasi.

Baca Juga :  Ini Hasil Rakerda PWI Kabupaten Bogor Untuk Program Tahun 2024

Sedangkan daerah yang paling banyak diamankan, kata dia, adalah Kabupaten Karawang dengan 2.17 kosmetik ilegal.

Dari kosmetik yang diamankan, Sukriadi menyebut mayoritasnya merupakan produksi lokal.

Maka dari itu, dia menilai masih banyak produsen di dalam negeri yang menjual produk kosmetik tidak sesuai dengan ketentuan.

“Biasanya mereka jual satu paket krim (kosmetik) untuk pagi, siang, dan sore. Dan mengklaim bisa memutihkan wajah dalam waktu cepat. Ini yang membuat masyarakat tertarik,” kata dia.

Menurut dia, maraknya kosmetik ilegal di tengah-tengah masyarakat lantaran permintaan yang tinggi.

Sebab, masih banyak masyarakat yang menginginkan dan membutuhkan perawatan untuk kebutuhan kecantikan.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Sopir Truk Tambang Sebagai Tersangka

Padahal, dia menyebut kosmetik yang tidak jelas seperti ini bisa menimbulkan banyak dampak buruk.

Dengan demikian, dia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati serta tidak sembarangan membeli produk kecantikan.

“Kemarin kami juga temukan penjual bahkan di apotik yang ada di Sumedang. Mereka memproduksi produk kecantikan yang mengandung obat dan mendistribusikannya,” kata dia.

Dari ribuan kosmetik ilegal tersebut, dia menilai harganya bisa mencapai Rp264 juta.

Dengan ditemukannya kosmetik ilegal ini, pihaknya pun bakal terus memperketat pengawasan agar meminimalisir peredarannya.

“Ini bisa membahayakan, bisa jadi kanker kulit, atau bisa hitam yang permanen. Bisa juga bagi orang hamil berdampak pada cacat bawaan janinnya,” katanya. (*)

=========================================================