Sambut Tahun Baru Islam dengan Santuni Anak Yatim

TIMETODAY.ID, BOGOR – Seluruh umat islam di dunia menyambut tahun baru islam 1444 H dengan gegap gemputa. Begitupun keluarga besar Muhammad menyambutnya dengan memberikan santunan kepada anak yatim piatu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampung Jakimun, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, yang mana selaku keturunan dari Hj Muhammad.

“Alhamdulillah mudah-mudahan dengan berkumpulang sanak saudara tentunya sangat berkah terutama pasak pandemi, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besar atas kehadiran keluarga besar sehingga bisa berjalan kegiatan silaturahmi hingga berjalan dengan lancar,” ungkap Ketua pelaksana kegiatan Jaenudin.

Advertisement

Santunan ini memang rutin setiap tahun pihaknya laksanakan, kedepan tentunya pihaknya berkeinginan untuk melibatkan kaum duafa.

Baca Juga :  Selama Ramadan 1445 H/2024, Perumda Tirta Pakuan Bebaskan Tagihan Air Bagi Masjid dan Musala

“Ini sudah berjalan keenam kalinya, selain kita bertatap muka tentunya agar menjaga tali persaudaraan sehingga anak cucu kita saling mengenal satu sama lain,” kata Jae.

Sementara itu, pencetus perkumpulan keluarga Muhammad, Raden Aldi Sanusi mengatakan, dirinya keturunan kedua bahkan dalam acara silaturahmi ini dihadiri sampai lima generasi.

Ia mengatakan, memang ini salah satu kebiasaan yang harus kita lanjuti, karena memang awal kegiatan tersebut dirinya yang mengawali untuk memperkenalkan anak cuci agar saling mengenali.

“Setelah dilanjutkan oleh trah keturunan Muhammad, sehingga apa yang kita terapkan bisa berjalan dengan baik, jadi ini pertemuan yang ke enam dan akan terus dilaksanakan,” ujar Aldi.

Baca Juga :  Polisi dan Dewan Kompak Layani Masyarakat

Tentunya bagaimana generasi penerus yang akan mengawali kegiatan tali silaturahmi agar tetapjalan dan tidak putus begitu saja,

“Tentunya saya memiliki pemikiran dengan kita sering berkumpul maka akan saling lebih dekat dan mengetahui satu sama lain,” tutur Aldi.

Dalam kegiatan ini tentunya puncak kegiatan tersebut adalah santunan anak yatim, tentunya agar memberikan contoh bagi para penerus trah Muhammad

“Karena memang yatim ini perlu kita perhatikan baik untuk keluarga maupun untuk masyarakat lain, memang santunan anak yatim ini salah satu kegiatan utama dan tadi saya sampaikan agar menyentuh kaum duafa untuk dilibatkan,” pungkasnya. (*)

=========================================================