TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kebiasaan mengonsumsi minuman manis setiap hari kembali menjadi sorotan setelah sebuah penelitian berskala besar menemukan adanya hubungan antara konsumsi minuman berpemanis gula dan peningkatan risiko kanker hati. Temuan ini berasal dari studi yang melibatkan lebih dari 1,5 juta orang dewasa dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah JAMA Network Open.
Penelitian yang dipimpin Cody Watling bersama tim dari National Cancer Institute, Amerika Serikat, menganalisis data dari 11 studi kohort jangka panjang untuk melihat kaitan antara konsumsi minuman berpemanis gula (sugar-sweetened beverages atau SSB) dan minuman berpemanis buatan terhadap risiko kanker hati.
Libatkan Lebih dari 1,5 Juta Orang
Dalam penelitian tersebut, sebanyak 1.518.411 peserta dengan rata-rata usia 57,8 tahun diminta mengisi kuesioner mengenai pola makan dan konsumsi minuman mereka. Para peserta kemudian dipantau melalui registri kanker dan survei kesehatan selama hampir 18 tahun.
Selama periode pengamatan, tercatat 2.811 kasus kanker hati. Jumlah tersebut terdiri atas 1.699 kasus karsinoma hepatoseluler (hepatocellular carcinoma atau HCC), yang merupakan jenis kanker hati paling umum, serta 444 kasus kolangiokarsinoma intrahepatik (intrahepatic cholangiocarcinoma atau ICC).
Risiko Meningkat Seiring Konsumsi Minuman Manis
Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap tambahan satu porsi minuman berpemanis gula per hari berkaitan dengan peningkatan risiko HCC sebesar 10 persen dan ICC sebesar 15 persen.
Hubungan tersebut tetap ditemukan meski para peneliti telah memperhitungkan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi hasil, termasuk obesitas dan diabetes.
Sebaliknya, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara konsumsi minuman berpemanis buatan dengan peningkatan risiko kanker hati maupun kedua subtipe kanker hati yang diteliti.
Diduga Berkaitan dengan Gangguan Metabolisme
Meski penelitian ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, para ahli menilai terdapat sejumlah mekanisme biologis yang dapat menjelaskan temuan tersebut.
Dalam ulasan yang menyertai publikasi studi, dokter Daniel Clayton-Chubb dan Andrew T. Chan dari Massachusetts General Hospital serta Harvard Medical School menjelaskan bahwa konsumsi gula berlebih, terutama fruktosa, dapat memicu berbagai gangguan metabolisme.
Kondisi tersebut meliputi peningkatan pembentukan lemak di hati, perubahan hormon metabolisme, gangguan mikrobioma usus, penumpukan lemak visceral, hingga resistensi insulin. Rangkaian perubahan ini dapat meningkatkan risiko perlemakan hati yang pada akhirnya berpotensi berkembang menjadi kanker hati.
“Secara mekanistik, perubahan-perubahan ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap kanker hati,” tulis para ahli dalam komentarnya.
Perkuat Temuan Penelitian Sebelumnya
Hasil studi terbaru ini sejalan dengan sejumlah penelitian terdahulu yang juga menemukan kaitan antara konsumsi minuman manis dan risiko kanker.
Salah satu penelitian terhadap hampir 100 ribu perempuan pascamenopause menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi setidaknya satu minuman manis setiap hari memiliki risiko kanker hati lebih tinggi dibandingkan kelompok yang jarang mengonsumsinya.
Penelitian lain juga menghubungkan konsumsi minuman berpemanis gula dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal usia muda dan kanker rongga mulut, terutama pada perempuan.
Tetap Perlu Ditafsirkan dengan Hati-hati
Meski melibatkan jumlah peserta yang sangat besar, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional sehingga tidak dapat memastikan bahwa minuman manis secara langsung menyebabkan kanker hati.
Selain itu, sebagian besar data konsumsi minuman hanya diambil pada satu waktu tertentu, sementara pola makan peserta bisa berubah selama masa pemantauan yang berlangsung bertahun-tahun.
Penelitian ini juga belum dapat memperhitungkan secara menyeluruh kondisi penyakit hati yang mungkin telah dimiliki peserta sebelumnya, seperti sirosis maupun penyakit hati berlemak.
Namun demikian, temuan tersebut menambah bukti bahwa membatasi konsumsi minuman berpemanis gula, seperti soda, minuman energi, teh manis kemasan, dan minuman siap saji lainnya, dapat menjadi langkah sederhana yang berpotensi membantu menjaga kesehatan hati dalam jangka panjang.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































