
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Banyak ibu hamil bertanya-tanya apakah aman mengonsumsi pare selama kehamilan. Di satu sisi, pare dikenal sebagai sayuran bernutrisi yang baik untuk kesehatan. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran karena pare disebut-sebut dapat memicu kontraksi rahim dan berisiko bagi kehamilan.
Lantas, apakah anggapan tersebut benar atau sekadar mitos? Berikut penjelasan lengkapnya.
Manfaat pare untuk ibu hamil
Pare mengandung berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi ibu hamil. Dalam 100 gram pare terdapat sekitar 72 mikrogram folat, yang berperan penting dalam pembentukan sistem saraf janin serta mencegah cacat tabung saraf.
Selain folat, pare juga kaya vitamin C, A, B, E, dan K. Kandungan mineralnya pun cukup lengkap, seperti kalsium, kalium, magnesium, fosfor, zat besi, zink, dan mangan.
Vitamin C membantu menjaga daya tahan tubuh ibu hamil, sementara kalsium berperan dalam pembentukan tulang dan gigi janin serta membantu menurunkan risiko preeklamsia. Kandungan serat pada pare juga membantu melancarkan pencernaan, mencegah sembelit, mengontrol kadar gula darah, serta membantu menurunkan kolesterol jahat.
Tak hanya itu, pare juga memiliki sifat antioksidan dan antibakteri yang mendukung daya tahan tubuh ibu hamil selama masa kehamilan.
Efek samping konsumsi pare pada ibu hamil
Meski kaya nutrisi, pare mengandung senyawa alkaloid seperti momordicin, charantin, dan vicine. Dalam jumlah wajar, senyawa ini memberi manfaat kesehatan, seperti membantu menurunkan kadar gula darah dan bersifat antibakteri.
Namun, jika dikonsumsi berlebihan, pare dapat menimbulkan efek samping, seperti mual, diare, nyeri perut, hingga penurunan kadar gula darah secara drastis. Kandungan vicine pada pare juga diketahui dapat merangsang kontraksi rahim berdasarkan studi pada hewan, meski belum ada penelitian langsung pada manusia.
Karena potensi tersebut, ibu hamil disarankan untuk tidak mengonsumsi pare dalam jumlah berlebihan atau terlalu sering.
Tips aman konsumsi pare saat hamil
Agar tetap aman, ibu hamil disarankan mengonsumsi pare dalam bentuk sayur matang dan dalam porsi sewajarnya. Hindari konsumsi biji pare, jus pare pekat, maupun ekstrak pare karena kandungan senyawa aktifnya sulit dikontrol.
Jika memiliki kondisi tertentu seperti diabetes atau pernah mengalami komplikasi kehamilan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi pare. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































