Antam Dorong Geopark Bogor Halimun Salak Jadi Destinasi Global melalui Lima Geosite Strategis

Antam
egiatan Forum Geopark Bogor Halimun Salak 2025 sedang berlangsung di Leuweung Geledegan Ecolodge, Tamansari. Dokumentasinya terlihat dalam foto berikut. Foto: ist

TIMETODAY.ID, BOGOR — Komitmen PT Antam UBPE Pongkor dalam mendukung pengembangan Geopark Bogor Halimun Salak semakin terlihat nyata. Tidak hanya menjalankan operasional pertambangan, perusahaan ini juga hadir sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk menjadikan kawasan geopark berkelas dunia.

CSR Manager PT Antam UBPE Pongkor, Arif Rahman Saleh, menegaskan bahwa keberadaan perusahaan di Pongkor tidak sekadar menambang, tetapi juga memberikan nilai tambah jangka panjang melalui pengembangan geosite, edukasi geologi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Salah satu geosite itu ada di wilayah kami. Karena itu kami berkolaborasi secara penuh dengan Pemda untuk mendorong Geopark Bogor Halimun Salak menuju pengakuan internasional,” ujar Arif, Rabu (26/11/2025).

Advertisement

Lima Geosite Siap Dikelola

Antam menyiapkan lima titik geosite strategis untuk mendukung destinasi geopark. Tiga di antaranya melibatkan masyarakat secara langsung, sementara dua titik berada di dalam kawasan perusahaan. Setiap lokasi dirancang sebagai ruang edukasi geologi, konservasi, sekaligus destinasi wisata berbasis sains.

Baca Juga :  RSUD Leuwiliang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dalam Momen Penyambutan Bupati dan Wakil Bupati Bogor yang Baru

Beberapa geosite yang tengah dipersiapkan meliputi Kawasan Wisata Cikaret (Kawaci), Museum Tambang Pongkor, serta titik-titik interpretasi geologi pascatambang.

“Beberapa titik sudah siap, sebagian lagi dalam tahap pembangunan. Semua berjalan paralel karena konsep geosite harus matang dan berkelanjutan,” jelas Arif.

Pelibatan Masyarakat dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Keunggulan pendekatan Antam adalah pelibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan geosite. Destinasi yang berada di luar area perusahaan sepenuhnya dikelola kelompok masyarakat dengan pembinaan dari Antam.

Selain fokus pada geopark, perusahaan juga memperkuat pembangunan ekonomi warga melalui program pemberdayaan UMKM, kelompok petani, dan peternak. Program ini menjadi bagian dari komitmen Antam untuk meninggalkan dampak positif jangka panjang setelah operasional tambang berakhir.

“Kami ingin ketika Antam nantinya tidak lagi beroperasi, ekonomi masyarakat tetap berjalan. Itu prinsip keberlanjutan yang kami pegang,” kata Arif. Kontrak kerja Antam di Pongkor berlangsung hingga 2031, dan perusahaan berharap dapat melanjutkan kontribusi melalui perpanjangan izin operasional.

Baca Juga :  Masak Besar Richard Lee: Upaya Pulihkan Citra Palembang yang Kembali Menuai Sorotan

Pemkab Bogor Apresiasi Dukungan Swasta

Sebelumnya, Pemkab Bogor menggelar Forum Geopark Bogor Halimun Salak 2025 di Leuweung Geledegan Ecolodge, Tamansari, yang dibuka Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Badan Pengelolaan Geopark, Ajat Rochmat Jatnika.

Ajat menekankan bahwa kawasan geopark memiliki potensi luar biasa untuk konservasi, edukasi, dan wisata alam, serta mengapresiasi dukungan sektor swasta seperti Antam.

“Jika dikelola dengan tepat, kawasan ini sangat berpeluang menjadi destinasi global,” ujarnya.

Pemkab Bogor kini terus memperkuat infrastruktur jalan menuju geosite, memasang rambu geopark, meningkatkan promosi, dan memasukkan edukasi geopark ke sekolah-sekolah di 15 kecamatan dan 172 desa. Ajat menegaskan bahwa geopark harus memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat, tanpa mengabaikan prinsip konservasi lingkungan.***

Editor : Syafira

Sumber : narasitoday.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel