Rumah Warga Jonggol Nyaris Ambruk Ditelan Longsor

longsor
Kondisi tembok penahan tanah yang rusak akibat longsor di Kampung Jeprah, Jonggol, Kabupaten Bogor, Sabtu (1/11/2025). Tanah longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (31/10/2025) malam, menyebabkan satu rumah warga terancam runtuh. Foto : BPBD Kabupaten Bogor.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Rumah milik Edi Supriatna di Kampung Jeprah RT 01/RW 01, Jonggol, Kabupaten Bogor, terancam longsor akibat hujan deras pada Jumat (31/10/2025) malam. Rumah yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat anggota keluarga itu kini hanya berjarak satu meter dari bibir longsoran.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Adam Hamdani mengatakan, dinding penahan tanah di sekitar rumah rusak sepanjang 25 meter dengan tinggi empat meter dan lebar lima meter.

“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya aliran Sungai Cipatujah dan mengikis tebing serta tembok penahan tanah di beberapa lokasi,” kata Adam, Sabtu (1/11/2025).

Advertisement
Baca Juga :  Ancaman Tanah Longsor Terus Mengintai Bogor, Dalam Tiga Tahun 12 Nyawa Melayang

Selain Kampung Jeprah, bencana juga melanda dua lokasi lain, yakni Kampung Pojok Salak RT 04/RW 08 yang dilanda banjir dan Kampung Karni RT 02/RW 04 yang tertimpa tanah longsor.

Bencana tersebut menyebabkan seorang santri Pondok Pesantren Al-Fatiah bernama Fatwahana (19) mengalami luka di kaki kiri. Korban telah mendapat perawatan di Puskesmas Jonggol.

Sejumlah fasilitas keagamaan dan infrastruktur turut terdampak. Di Kampung Pojok Salak, banjir merendam Musholla Darhaj dan Pondok Pesantren Al-Fatiah milik Abuya Sopian Sauri. Dari 40 santri yang ada, sebagian pulang ke rumah masing-masing sehingga tersisa 25 santri.

Di Kampung Jeprah, jembatan penghubung antara Kampung Jeprah dan Kampung Kujang rusak pada bagian pagar pengaman. Sementara di Kampung Karni, longsor merusak tembok penahan tanah akses jalan warga sepanjang 60 meter.

Baca Juga :  Tebing Kali Cimanggu Longsor, Akses Jalan Lumpuh

Longsor juga merusak tembok penahan tanah di Pondok Pesantren Al-Mutajam sepanjang 100 meter dengan tinggi delapan meter dan lebar lima meter. Jarak bangunan ke bibir sungai kurang dari satu meter.

Adam mengatakan, kondisi di lapangan masih memerlukan perhatian serius karena kerusakan belum diperbaiki. Dia khawatir dampak bencana akan meluas jika tidak segera ditangani.

Saat ini, petugas melakukan penyemprotan lumpur pasca-banjir di Musholla Darhaj dan pemasangan safety line di lokasi terdampak.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel