Mata Kedutan, Mitos atau Sinyal Tubuh yang Perlu Diwaspadai?

mata kedutan
Mata Kedutan, Mitos atau Sinyal Tubuh yang Perlu Diwaspadai ( foto: pinterest )

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Banyak orang percaya, mata yang tiba-tiba kedutan adalah pertanda akan ada seseorang yang membicarakan Anda, atau bahkan isyarat datangnya kabar baik maupun buruk. Namun, di balik mitos yang masih populer itu, mata kedutan ternyata bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang sebaiknya tidak diabaikan.

Secara medis, mata kedutan dikenal dengan istilah blefarospasme, yaitu kontraksi berulang pada kelopak mata bagian atas yang terjadi secara spontan. Kondisi ini bisa berlangsung beberapa detik hingga beberapa jam, dan meski umumnya tidak berbahaya, bila terjadi berulang tentu bisa mengganggu aktivitas.

“Kebanyakan mata kedutan memang tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, bila sering muncul atau berlangsung lama, bisa jadi ada kondisi medis tertentu yang mendasarinya,” jelas dr. Yhan Batista, SpPD, spesialis penyakit dalam.

Advertisement

Kenali Jenis dan Penyebab Mata Kedutan

Mata kedutan bisa terjadi di salah satu atau kedua mata, dan terbagi menjadi tiga jenis utama:

  1. Kedutan minor
    Jenis ini paling sering terjadi dan biasanya disebabkan oleh kelelahan, stres, merokok, atau konsumsi kafein berlebihan. Mata kering atau iritasi juga bisa memicu kedutan ringan yang biasanya hilang setelah istirahat cukup.
  2. Blefarospasme esensial jinak
    Berbeda dari kedutan biasa, kondisi ini bisa menjadi kronis dan memengaruhi kedua mata. Faktor risiko meningkat pada usia 50–70 tahun dan lebih sering dialami wanita. Gejalanya dapat berkembang menjadi kedipan tak terkendali hingga penglihatan kabur.
  3. Hemifacial spasm
    Jenis ini tergolong jarang, tapi bisa cukup serius karena melibatkan otot di sekitar mata dan mulut di satu sisi wajah. Biasanya disebabkan oleh tekanan pembuluh darah pada saraf wajah.
Baca Juga :  Mengenal Cell Phone Blindness, Penglihatan Hilang Sementara Akibat Main HP di Ruangan Gelap

Bisa Jadi Pertanda Gangguan Saraf

Dalam beberapa kasus, mata kedutan bukan sekadar reaksi lelah, tapi juga gejala dari gangguan saraf atau otak. Beberapa kondisi medis yang dapat memicu kedutan meliputi:

  • Bell’s palsy, kelumpuhan otot wajah yang membuat wajah tampak tidak simetris.
  • Penyakit Parkinson, yang menyebabkan tremor dan kekakuan otot.
  • Distonia atau sindrom Tourette, yang ditandai gerakan otot berulang dan tidak terkendali.
  • Multiple sclerosis (MS), gangguan sistem saraf yang memengaruhi otak dan tulang belakang.

Selain itu, efek samping obat-obatan untuk epilepsi dan gangguan psikis juga dapat memicu mata kedutan.

Baca Juga :  5 Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Bikin Pori-Pori Wajah Membesar

Cara Mengatasi dan Mencegah Mata Kedutan

Kabar baiknya, sebagian besar kasus mata kedutan dapat hilang dengan perubahan gaya hidup sederhana. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Istirahat cukup dan hindari begadang.
  • Kurangi minuman berkafein dan alkohol.
  • Hentikan kebiasaan merokok.
  • Gunakan obat tetes air mata buatan untuk menjaga kelembapan mata.
  • Beri kompres hangat pada mata yang terasa berkedut.
  • Kurangi waktu menatap layar komputer atau ponsel, dan lakukan istirahat mata setiap 20 menit.

Namun, jika mata kedutan tidak kunjung hilang selama berminggu-minggu, disertai mata merah, bengkak, atau kedutan meluas ke bagian wajah lain, sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis mata untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dengarkan Sinyal Tubuh Anda

Mata kedutan memang sering dianggap sepele, bahkan dikaitkan dengan berbagai mitos. Tapi pada kenyataannya, tubuh sedang memberi sinyal bahwa Anda butuh istirahat atau perhatian lebih terhadap kesehatan.

Jadi, saat mata mulai berkedut, mungkin bukan pertanda ada yang membicarakan Anda—melainkan tubuh Anda sendiri yang sedang “berbicara.” (MG4)

 

Editor : Salma

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel