TIMETODAY.ID, GAZA — Israel bersiap membuka kembali pintu perbatasan Rafah di Jalur Gaza selatan pada Rabu (15/10/2025) pagi, setelah Hamas memulangkan seluruh sandera yang masih hidup beserta empat jenazah sandera hingga Selasa (14/10/2025).
Menurut laporan stasiun televisi KAN, keputusan ini diambil oleh para pemimpin politik Israel sesuai rencana awal gencatan senjata tahap pertama. Pembukaan perlintasan Rafah bertujuan untuk memudahkan masuknya bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.
Hamas sendiri menegaskan komitmennya untuk memulangkan seluruh jenazah sandera, termasuk empat jenazah yang dibebaskan pada hari ini.
Sebelumnya, Israel sempat mengancam akan menunda pembukaan perbatasan, tetapi keputusan itu dicabut setelah Hamas menyerahkan jenazah empat sandera pada Selasa malam.
Meski demikian, secara keseluruhan Israel dinilai belum sepenuhnya menepati janji terkait jumlah bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza.
Sejak awal gencatan senjata, jumlah truk bantuan yang diizinkan masuk tidak sesuai kesepakatan awal.
Program Pangan Dunia (WFP) melaporkan, hingga Selasa kemarin, sebanyak 137 truk bantuan telah dikirim ke Jalur Gaza.
Sebagian besar muatan berupa tepung dan pasokan pokok lainnya yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kelangsungan hidup warga Palestina setidaknya selama tiga bulan ke depan.
Warga Gaza kini menaruh harapan agar Israel menepati komitmennya secara penuh, sehingga pasokan bantuan bisa masuk tanpa hambatan dan meringankan beban warga di tengah krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































