Bertahan dengan 10 Pemain, Jerman Singkirkan Prancis Lewat Drama Adu Penalti

Timnas Jerman Wanita
Suasana di St. Jakob-Park, Basel, pecah saat para pemain Jerman berhamburan merayakan kemenangan dramatis mereka atas Prancis di perempat final Piala Eropa Wanita 2025, Minggu, 20 Juli 2025. (AP Photo/Martin Meissner)

TIMETODAY.ID — Malam di St. Jakob-Park berubah jadi saksi perjuangan luar biasa Timnas Jerman Wanita yang melangkah ke semifinal Euro 2025 dengan cara paling dramatis. Bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-13, mereka menahan gempuran Prancis selama 120 menit dan akhirnya menang 6-5 lewat adu penalti, Minggu (20/7/2025) dini hari WIB.

Laga ini tak sekadar pertandingan perempat final. Ini adalah kisah tentang mental juara, keberanian, dan daya tahan, di mana Jerman kembali menunjukkan kenapa mereka begitu ditakuti di panggung Eropa.

Capaian ini sekaligus menjadi semifinal ke-11 dari 12 edisi terakhir Euro Wanita—rekor yang membuktikan konsistensi luar biasa tim asuhan Christian Wück.

Advertisement

Awal Badai: Kartu Merah dan Ketertinggalan

Pertandingan baru berusia 13 menit saat Kathrin Hendrich diusir keluar lapangan. Bek tengah Jerman itu diganjar kartu merah usai menarik rambut Griedge Mbock dalam situasi bola mati.

Keputusan tegas dari wasit memberi Prancis hadiah penalti yang dieksekusi Grace Geyoro dengan tenang, meski sempat ditepis oleh kiper Ann-Katrin Berger.

Baca Juga :  Destinasi Luar Negeri Impian di 2025: 10 Tempat Liburan yang Tidak Boleh Terlewatkan

Tertinggal dan kekurangan satu pemain bukan alasan menyerah. Justru, dari titik terendah itu, Jerman bangkit.

Tak butuh waktu lama bagi mereka menyamakan skor. Sjoeke Nusken menyundul bola dari sepak pojok Klara Buhl, mengarah ke tiang jauh dan menggetarkan jala Prancis.

Tegangan Meningkat: Dua Gol Dianulir, Penalti Gagal, dan Mistar Menyelamatkan

Paruh kedua dan babak tambahan menjadi panggung drama yang terus menanjak. Prancis sempat dua kali mencetak gol melalui Delphine Cascarino dan Grace Geyoro, namun keduanya dianulir karena offside—menambah ketegangan yang sudah mencekik.

Jerman juga nyaris unggul. Mereka mendapat penalti setelah Jule Brand dilanggar Selma Bacha, namun eksekusi Nusken diblok oleh Pauline Peyraud-Magnin, kiper Prancis yang tampil solid sepanjang laga.

Ketegangan belum usai. Di menit-menit akhir babak tambahan, Melvine Malard hampir mencetak gol kemenangan untuk Prancis, tetapi tembakannya hanya membentur mistar. Sementara itu, Berger harus menyelamatkan gawangnya dari sundulan rekan setim sendiri dalam momen yang nyaris jadi bunuh diri.

Babak Tos-Tosan: Berger Jadi Penentu

Adu penalti menjadi puncak dari laga super dramatis ini. Jerman unggul lebih dulu setelah Berger menepis tendangan Amel Majri. Namun ketika Sara Dabritz gagal mengeksekusi penalti kelima, skor menjadi 4-4 dan pertandingan berlanjut ke sudden death.

Baca Juga :  Dewan Perdamaian Gaza Trump Ditolak Prancis, Ini Penjelasannya

Saat tensi mencapai puncaknya, Ann-Katrin Berger kembali tampil sebagai penyelamat. Ia membaca arah penalti Alice Sombath dengan tepat dan menghentikannya, memastikan kemenangan 6-5 untuk Jerman.

Langkah Selanjutnya: Semifinal Kontra Spanyol

Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke semifinal, tapi juga simbol dari keberanian dan ketahanan. Jerman kini bersiap menghadapi Spanyol, lawan tangguh yang sudah menunggu.

Sementara itu, bagi Prancis, kekalahan ini terasa menyakitkan. Mereka datang dengan catatan sempurna, 11 kemenangan beruntun sepanjang tahun 2025, hanya untuk melihat mimpi pupus di adu penalti.

Basel malam itu tak hanya mencatat skor 6-5. Ia mencatat kisah keberanian, strategi bertahan, dan seorang kiper bernama Berger yang menjelma menjadi legenda.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel