Maling Kabel Mengintai Charger Motor Listrik: InstaVolt Rugi Miliaran

motor listrik
SPLU motor listrik. Foto: Doc. Rideapart
TIMETODAY.ID — Fasilitas pengecasan motor listrik kini semakin mudah ditemui, tersebar di pusat perbelanjaan, pinggir jalan, hingga sudut perumahan. Namun, di balik kemudahan itu, ada celah baru yang justru dimanfaatkan segelintir orang tak bertanggung jawab.
Dilansir dari Rideapart, Rabu (16/7), salah satu jaringan fast-charging terbesar di Inggris, InstaVolt, tengah ketiban sial. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 700 stasiun pengisian daya mereka rusak parah. Bukannya diretas hacker canggih, stasiun-stasiun ini justru diacak-acak maling kabel.
Sindikat tersebut nekat membongkar dan merusak Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) InstaVolt. Sasarannya bukan teknologi mutakhir, melainkan tembaga biasa. Nilainya? Hanya sekitar £20 atau kurang dari Rp 400 ribu. Tapi kerugiannya bikin geleng-geleng kepala—perusahaan harus mengeluarkan £1.000 atau setara Rp 19 jutaan untuk memperbaiki satu stasiun.
Fenomena ini bukan cuma terjadi di Inggris. Di Amerika Serikat pun, maling tembaga mulai merambah menara telekomunikasi, panel surya, hingga area konstruksi. Tinggal tunggu waktu sampai charger kendaraan listrik di sana juga ikut jadi sasaran.
InstaVolt sendiri tak tinggal diam. Mereka memperkuat pertahanan dengan memasang pelindung kabel berbahan Kevlar, menambahkan pelacak forensik SmartWater untuk mendeteksi kabel meski sudah terpotong-potong, hingga memasang GPS tracker dan mempekerjakan satpam. Sayangnya, upaya ini belum diimbangi langkah tegas dari penegak hukum.
Itulah sebabnya InstaVolt mendesak agar fasilitas charger kendaraan listrik diakui sebagai “critical infrastructure” atau infrastruktur vital. Harapannya, status tersebut bisa membuat perlindungan hukum lebih serius. Namun ada harga yang harus dibayar—segala pengamanan ekstra ini butuh biaya tak sedikit, yang pada akhirnya hampir pasti dibebankan ke pengguna.
Dampaknya? Bukan hanya pemilik motor listrik yang bakal merugi. Pengguna motor bensin pun bisa terkena imbasnya. Biaya operasional naik, tarif charging melonjak, pembangunan titik pengecasan melambat, dan persepsi publik soal kendaraan listrik bisa tercoreng. Semua gara-gara, meminjam istilah di lapangan, segelintir orang yang “cari duit cepat pakai gergaji.”
“Intinya? Semua orang bakal rugi,” tulis Rideapart mengutip kondisi yang kini dihadapi InstaVolt.***
sumber: detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Aprilia Racing dan Monster Energy Disebut Capai Kesepakatan untuk MotoGP 2026

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel