TIMETODAY.ID — Magnesium adalah sahabat baik tubuh kita. Mineral yang satu ini berperan penting dalam menjaga fungsi otot dan saraf, menstabilkan tekanan darah, hingga membantu produksi energi. Tak heran, banyak orang rutin mengonsumsi suplemen magnesium agar tubuh tetap fit terutama jika merasa asupan dari makanan belum cukup.
Namun, tahukah kamu? Konsumsi magnesium berlebihan, terutama dari suplemen, bisa menimbulkan efek samping yang tidak bisa dianggap sepele.
Apa Itu Overdosis Magnesium?
Dalam dunia medis, kelebihan magnesium dikenal sebagai hipermagnesemia. Meski tergolong langka, kondisi ini bisa terjadi, terutama jika kita terlalu sering mengonsumsi suplemen atau obat-obatan yang mengandung magnesium dalam dosis tinggi.
Batas aman konsumsi magnesium dari suplemen, menurut Food and Nutrition Board, adalah 350 mg per hari untuk orang dewasa. Jumlah ini tidak termasuk magnesium dari makanan alami seperti sayuran hijau atau kacang-kacangan, yang umumnya aman dikonsumsi.
Gejala Tubuh Jika Kelebihan Magnesium
Beberapa tanda tubuh “protes” karena kelebihan magnesium antara lain:
-
Diare
-
Mual dan muntah
-
Kram perut
-
Detak jantung tak beraturan
-
Tekanan darah menurun
-
Otot terasa lemas
-
Wajah memerah
-
Sulit buang air kecil
-
Dalam kasus ekstrem: henti jantung
Menurut Dr. Laura Purdy, kasus seperti ini memang jarang terjadi, tapi bisa sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan bila tidak ditangani.
Siapa yang Lebih Rentan?
Orang dengan gangguan ginjal, terutama yang sudah mengalami gagal ginjal kronis, lebih berisiko mengalami overdosis magnesium. Pasalnya, ginjal mereka tidak bisa membuang kelebihan magnesium dengan efektif.
Selain itu, mengonsumsi antasida atau obat pencahar yang mengandung magnesium dalam dosis tinggi (hingga 5.000 mg!) juga bisa memicu toksisitas magnesium jika dikonsumsi sembarangan.
Waspadai Interaksi dengan Obat Lain
Suplemen magnesium bisa bereaksi negatif jika dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, misalnya:
-
Obat osteoporosis (bisphosphonates): bisa mengurangi penyerapan magnesium.
-
Antibiotik tertentu: sebaiknya dikonsumsi dengan jeda waktu dari suplemen magnesium.
-
Diuretik: bisa meningkatkan pembuangan magnesium lewat urin dan menyebabkan kekurangan magnesium.
Cara Aman Mengonsumsi Magnesium
Katy Dubinsky, seorang apoteker dan CEO dari Vitalize, menyarankan untuk fokus pada sumber magnesium alami dari makanan, seperti:
-
Sayuran hijau gelap (bayam, kale)
-
Kacang almond dan biji bunga matahari
-
Gandum utuh
-
Kacang polong dan lentil
-
Produk susu
Jika memang butuh suplemen, lakukan langkah cerdas ini:
-
Pilih bentuk magnesium dengan penyerapan baik seperti magnesium sitrat.
-
Pastikan tidak melebihi 350 mg per hari (kecuali atas anjuran dokter).
-
Konsultasikan dengan dokter, terutama jika sedang rutin mengonsumsi obat lain.
Kesimpulan: Seimbang Lebih Baik
Magnesium memang penting, tapi terlalu banyak juga tidak baik. Tubuh kita bekerja paling optimal ketika asupan nutrisi tetap seimbang. Jadi, sebelum buru-buru menambah suplemen, cek dulu kebutuhan harianmu. Dan ingat, yang alami biasanya lebih aman!***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































