Waspada! Nyeri Tajam di Wajah Bisa Jadi Gejala Trigeminal Neuralgia

Trigeminal Neuralgia
Ilustrasi/freepik.com

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Nyeri tajam pada satu sisi wajah yang menyerupai sengatan listrik saat berbicara, mengunyah, atau menyikat gigi, dapat menjadi gejala dari Trigeminal Neuralgia, gangguan pada saraf trigeminal yang memberikan sensasi pada wajah.

Dokter Spesialis Bedah Saraf Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Gibran Aditiara Wibawa, Sp.BS (K), MBA, menjelaskan bahwa kondisi ini umumnya terjadi akibat tekanan dari pembuluh darah pada saraf trigeminal di dasar otak.

“Kondisi ini terjadi akibat kontak antara pembuluh darah normal (vena atau arteri) dan saraf trigeminal di dasar otak, yang memberi tekanan dan memicu nyeri,” ujar dr. Gibran dalam keterangannya, Senin (19/5/2025).

Ia menambahkan bahwa selain tekanan pembuluh darah, Trigeminal Neuralgia juga bisa dipicu oleh faktor penuaan, tumor, stroke, trauma wajah, hingga kerusakan selubung mielin pada penderita Multiple Sclerosis. Pasien dengan riwayat Herpes Zoster juga dapat mengalami gangguan ini.

Menurut dr. Gibran, Trigeminal Neuralgia lebih sering terjadi pada perempuan di atas usia 50 tahun. Namun, kasus pada usia 30-40 tahun kini juga semakin meningkat.

Penanganan awal dilakukan secara non-invasif melalui kombinasi obat-obatan, fisioterapi, dan akupunktur. Metode modern seperti Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) juga tersedia untuk merangsang sel-sel saraf otak menggunakan medan magnet.

Jika terapi konservatif tidak efektif, tindakan bedah seperti Microvascular Decompression (MVD) dapat menjadi pilihan.

“Prosedur MVD dilakukan dengan sayatan kecil di belakang telinga. Dokter akan memisahkan pembuluh darah yang menekan saraf trigeminal dan menempatkan bantalan di antaranya. Tindakan ini efektif meredakan atau menghilangkan nyeri,” jelasnya.

Selain itu, terdapat metode intervensi nyeri lain seperti Radiofrekuensi Ablasi (RFA), Balon Kompresi, dan Ablasi Ganglion Trigeminal dengan teknologi gamma knife.

Dokter Spesialis Bedah Saraf Mayapada Hospital Tangerang, dr. Centery, Sp.BS, mengatakan bahwa diagnosis Trigeminal Neuralgia dilakukan berdasarkan karakteristik nyeri, lokasi, dan pemicunya.

“Diagnosis Trigeminal Neuralgia dilihat dari jenis nyeri yang dirasakan, lokasi nyeri pada area saraf trigeminal, serta pemicunya yang umumnya berasal dari rangsangan ringan di pipi seperti makan, berbicara, tersenyum, atau terkena hembusan angin,” terangnya.

Menurutnya, pemeriksaan neurologi diperlukan untuk menentukan sumber nyeri dan cabang saraf yang terganggu, termasuk refleks dan pencitraan MRI kepala untuk mendeteksi kemungkinan penyebab lain seperti tumor atau Multiple Sclerosis.

Penanganan menyeluruh terhadap Trigeminal Neuralgia dapat dilakukan di Tahir Neuroscience Center, Mayapada Hospital, yang memiliki tim dokter multispesialisasi dan fasilitas penunjang seperti Digital Subtraction Angiography (DSA), Deep Brain Stimulation, serta prosedur minimal invasif untuk gangguan saraf otak dan tulang belakang.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Mengapa Deteksi Dini di Usia Muda Sangat Penting untuk Kesehatan Jangka Panjang

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel