Arga Hot Springs: Kisah Air Hangat dari Tengah Hutan yang Jadi Primadona Baru Tasikmalaya

Arga Hot Springs
Kolam yang ada di Arga Hot Springs (Facebook.com/rizkyanay)
TIMETODAY.ID — Di tengah hutan pinus yang dulunya dipenuhi semak belukar, kini hadir sebuah destinasi wisata baru yang menyedot ribuan pengunjung tiap akhir pekan—Arga Hot Springs, sebuah kawasan pemandian air hangat alami yang terletak di Desa Sundakerta, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya.
Berdiri di atas lahan seluas 1,9 hektare, Arga Hot Springs baru genap berusia satu tahun. Namun dalam waktu singkat, tempat ini menjelma menjadi magnet wisata. Lokasinya yang berada di kaki gunung dengan suasana rindang dan sejuk, menjanjikan pengalaman berendam yang tidak biasa: dikelilingi tegakan pinus yang asri, sembari menikmati hangatnya air alami dari Talaga Bodas.
Berawal dari Gotong Royong, Lahirkan Wisata Baru
Anton Raksadiwangsa, Kepala Desa Sundakerta, adalah sosok di balik lahirnya kawasan ini. Ia menuturkan bahwa Arga Hot Springs bukan proyek instan, melainkan buah dari kerja keras dan semangat gotong royong warga desa.
“Hutan pinus yang dulu semak belukar pada tahun 2023 lalu dibersihkan warga dengan gotong royong. Tak mudah untuk membersihkan semak belukar di antara tegakan pinus yang sudah puluhan tahun disadap getahnya. Namun berkat kerja keras dan semangat warga akhirnya tegakan pinus menjadi indah untuk dilihat,” ungkap Anton, mengutip dari Tribunnewsmaker.com.
Dengan anggaran hanya Rp 20 juta, Anton dan warga membersihkan area, membangun jalan setapak, serta membuat terasering agar lanskap lebih menarik. Tak berhenti di situ, mereka kemudian menjalankan program pipanisasi sejauh 3 kilometer untuk mengalirkan air hangat dari kawasan Talaga Bodas.
“Lantas kami berpikir untuk mendatangkan air hangat, karena kami punya sumbernya meski jauh berjarak 3 kilometer,” ujarnya saat ditemui Kamis (6/2/2025).
Kini, kolam-kolam sederhana hasil kerja kolektif itu telah menjadi tempat berendam favorit bagi keluarga, wisatawan lokal, hingga fotografer alam.
Fasilitas Lengkap, Harga Bersahabat
Begitu tiba di kawasan ini, pengunjung disambut oleh deretan warung nasi liwet bergaya seragam dari kayu pinus. Warung-warung ini mewakili beberapa dusun di Desa Sundakerta dan menambah nuansa lokal yang hangat.
Area parkir cukup luas dan dapat menampung sekitar 50 mobil. Sebuah panggung utama berlatar tulisan “Arga Hot Springs” menyala indah di malam hari, berfungsi sebagai pusat pertunjukan seni dan musik harian.
Di belakang panggung, terdapat area camping ground dengan sistem terasering yang menyatu dengan alam. Harga sewa tenda hanya Rp 75 ribu lengkap dengan sleeping bag untuk empat orang. Untuk pencinta kopi, tersedia juga “Arga Coffee” yang disajikan langsung di area kolam.
Gazebo bambu disewakan seharga Rp 15 ribu, dengan tikar seharga Rp 10 ribu bagi pengunjung yang ingin piknik. Menu makanan berat rata-rata Rp 25 ribu, sementara paket nasi liwet untuk lima orang bisa dinikmati hanya dengan Rp 125 ribu.
Kolam air hangat alami dibiarkan sederhana namun bersih. Tiket masuk sangat terjangkau, hanya Rp 10 ribu, sudah termasuk asuransi dan akses ke kolam. Jika ingin mandi bilas, pengunjung cukup membayar Rp 3 ribu tambahan.
Nyaman, Meski Masih Perlu Perbaikan
Lisna dan Wulan, dua pengunjung asal Tasikmalaya, mengaku jatuh hati pada tempat ini.
“Iya nyaman dan enak tempatnya masih alami, terus indah juga buat foto-foto,” ujar Wulan.
Namun, mereka juga berharap adanya penambahan fasilitas. “Kamar ganti kurang, antre kalau ramai. Terus tembok di pinggir kolam juga sudah hitam dan sebagian tak rata, ini sakit kalau naik dan turun ke kolam, secara umum sih masih bagus dan tertolong sama pemandangannya,” tambahnya.
Mudah Diakses dari Kota Tasikmalaya
Untuk menuju ke lokasi, perjalanan dari pusat Kota Tasikmalaya hanya memakan waktu 30 menit. Dari Terminal Indihiang, cukup 10 menit menuju pertigaan Cisayong, kemudian belok kiri melewati kantor kecamatan dan ikuti petunjuk jalan ke Arga Hot Springs.
Meski jalanan mulai menanjak dan sempit, kondisi aspal masih tergolong baik. Udara sejuk dan pemandangan alam menemani perjalanan, terutama saat melewati kawasan Cigorowong. Tak jauh dari lokasi, tersedia juga kafe dan rumah makan dengan panorama menawan, seperti Kafe Jabal Nur yang ikonik dengan ribuan kincir angin di halamannya.
Dari sebuah lahan belukar menjadi kawasan wisata populer, Arga Hot Springs membuktikan bahwa semangat gotong royong dan pemanfaatan potensi lokal bisa menghadirkan manfaat besar. Dan siapa sangka, dari sebuah desa di Tasikmalaya, lahir destinasi yang menyatukan alam, budaya, dan relaksasi dalam satu tempat?
Ingin menyegarkan tubuh sekaligus pikiran? Mungkin sudah saatnya kamu mampir ke kaki gunung di Desa Sundakerta.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Danau Baikal: Keajaiban Tertua di Dunia yang Terus Bertumbuh

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel