TIMETODAY.ID, BOGOR – Dalam menghadapi arus mudik dan libur Lebaran 2025, Polres Bogor menggandeng Lanud Atang Sendjaja mengambil langkah inovatif dengan mengerahkan delapan helikopter guna memantau kondisi lalu lintas dari udara. Langkah ini diharapkan mampu membantu mengurai kemacetan, terutama di titik-titik rawan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, menyatakan bahwa penggunaan helikopter dalam pemantauan lalu lintas merupakan terobosan baru dalam mendukung kelancaran arus mudik.
“Kita akan dibantu pemantauan udara oleh delapan helikopter untuk melihat titik-titik kemacetan. Ini langkah luar biasa untuk memastikan arus mudik dan libur Lebaran lebih lancar,” ujar Rio, Jumat (21/3/2025).
Menurutnya, pemantauan dari udara akan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi lalu lintas secara real-time. Informasi ini kemudian akan menjadi dasar bagi petugas di lapangan untuk melakukan rekayasa lalu lintas yang diperlukan.
Harapan untuk Kelancaran Arus Mudik
Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan lalu lintas selama periode mudik dan libur Lebaran, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman.
“Kami ingin memastikan bahwa pemudik bisa melintas dengan lancar, tanpa terjebak dalam kemacetan panjang. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan itu,” tutup Rio.
Penyesuaian Rute dan Efisiensi Operasional
Di sisi lain, Komandan Lanud Atang Sendjaja, Marsma TNI A. F. Picaulima, menekankan bahwa rute pemantauan udara akan ditentukan berdasarkan laporan dari Polres Bogor mengenai lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kemacetan parah.
“Kami akan menentukan rute berdasarkan laporan dari Kapolres Pak Rio. Tidak setiap hari dilakukan pemantauan karena operasional helikopter tidak murah, jadi harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa jenis dan jumlah helikopter yang digunakan akan disesuaikan dengan jumlah personel yang bertugas. Kapasitas helikopter bervariasi, mulai dari tujuh hingga delapan orang, tergantung pada jenisnya.
Selain memberikan informasi bagi petugas lalu lintas, pemantauan udara ini juga bertujuan untuk mengantisipasi potensi keadaan darurat, seperti kecelakaan atau insiden lain yang dapat memperparah kemacetan.
Editor : B. Supriyadi





































