
TIMETODAY.ID, BOGOR – Keluarga korban pembacokan terhadap tiga pelajar saat pulang sekolah mendatangi Polsek Leuwiliang, Polres Bogor, untuk meminta kepolisian segera menangkap pelaku. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (14/2/2025) sekitar pukul 11.30 WIB di depan Kantor Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang.
Kuasa hukum keluarga korban, sekaligus Ketua LBHP Muhammadiyah Kabupaten Bogor, Sudirman Alradewi, menyatakan bahwa pihaknya datang untuk mengklarifikasi perkembangan proses hukum atas kasus ini. Ketiga korban, berinisial A, G, dan N, mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan medis.
“Sampai hari ini, pelaku belum ditangkap. Kami berharap pihak kepolisian segera menindak tegas agar tidak ada korban lain di kemudian hari,” ujar Sudirman.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mengantongi nama-nama terduga pelaku berdasarkan keterangan korban. Jika dalam 2 x 24 jam tidak ada tindakan dari kepolisian, keluarga korban akan menempuh langkah hukum lebih lanjut.
Ketua Majelis Dikdasmen PNF Kabupaten Bogor, Nana Mulyana, juga meminta kepolisian bertindak profesional dalam menangani kasus ini.
“Terduga pelaku sudah jelas identitasnya, kami berharap segera ditangkap sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Kronologi Kejadian
Pembacokan terjadi saat ketiga pelajar hendak pulang sekolah. Mereka diserang oleh sekelompok pelajar dan orang tidak dikenal dengan senjata tajam di depan Kantor Desa Karyasari. Akibat kejadian itu, dua korban mengalami luka berat dan masih dalam kondisi kritis, sementara satu lainnya mengalami luka ringan.
Kapolsek Leuwiliang, Kompol Maryanto, membenarkan adanya insiden kekerasan yang melibatkan pelajar.
“Satu korban mengalami luka bacok, satu mengalami luka akibat menabrak pagar kantor desa, dan satu lagi mengalami luka ringan,” ujarnya.
Seorang warga sekitar, Linda, mengatakan bahwa insiden terjadi saat menjelang salat Jumat. Ia melihat beberapa orang membawa senjata tajam sebelum terjadi pembacokan.
“Dua korban luka berat dan masih dalam perawatan di RSUD Leuwiliang. Pelaku kabur setelah kejadian,” ujarnya. ***




































