Doa yang Dibaca Rasulullah SAW Saat Sahur, Lengkap dengan Bahasa Arab dan Latin

akhir Ramadan
Ilustrasi/freepik.com

TIMETODAY.ID –  Doa yang dibaca Rasulullah SAW saat sahur adalah “Yarhamullahul Mutasahhirin.” Terjemahan dari doa tersebut adalah “Semoga Allah memberi rahmat kepada orang-orang yang berusaha untuk sahur.”

Hal ini disampaikan melalui situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), mengutip perkataan Rasulullah SAW bahwa sahur yang diberkahi adalah hidangan yang dihadirkan. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad.

وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم السحور كله بركة فلا تدعوه ولو أن يجرع أحدكم جرعة من ماء فإن الله عز و جل وملائكته يصلون على المتسحرين

Advertisement

Artinya: Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia berkata bahwa Rasulullah sawbersabda, ‘Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur’. (HR. Ahmad)

Kemudian dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Hibban, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk sahur. Meskipun hanya dengan seteguk air.

وعن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم تسحروا ولو بجرعة من ماء رواه ابن حبان في صحيحه

Artinya: Dari Abdullah bin Umar RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Hendaklah kalian bersahur meskipun hanya seteguk air’. (HR Ibnu Hibban).

Umat Muslim disarankan untuk mengucapkan doa saat sahur. Di bawah ini adalah doa yang Rasulullah SAW baca ketika makan sahur, sebagaimana dikutip dari situs resmi NU.

Baca Juga :  Tata Cara dan Niat Mandi Puasa Ramadan

Doa Sahur yang Dibaca Rasulullah:

Arab:

يَرْحَمُ اللهُ المُتَسَحِّرِيْنَ

Latin:

Yarhamullâhul mutasahhirîn.

Artinya:

Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur.

Perlu dicatat bahwa doa tersebut tercatat dalam hadis yang dilaporkan oleh Imam At-Thabarani, disitir oleh Syekh Abdul ‘Azhim al-Mundziri dalam Kitab At-Targhib wat Tarhib.

وروي عن السائب بن يزيد رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم نِعْمَ السَّحُوْرُ التَّمْر وَقَالَ يَرْحَمُ اللهُ الْمُتَسَحِّرِيْنَ

Artinya: Diriwayatkan oleh As-Saib bin Zaid RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘sebaik-baik hidangan sahur adalah kurma’. Rasulullah SAW lalu berdoa, ‘Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur’. (HR At-Thabarani).

Hikmah sahur

  1. Sahur memiliki keutamaan tersendiri bagi umat Islam, yang menjadi keistimewaan mereka dibandingkan dengan umat lainnya. Meskipun puasa juga diamalkan oleh umat Yahudi dan Nasrani, namun praktik sahur hanya dianjurkan dan dilakukan oleh umat Islam, menjadikannya sebagai bagian khas dari ibadah mereka.

Rasulullah saw bersabda:

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ، أَكْلَةُ السَّحَرِ

Artinya: Yang membedakan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur. (HR Muslim).

  1. Tidak dihisab

Setiap makanan yang dikonsumsi oleh manusia akan dihisab kelak di akhirat. Berbeda dengan makanan sahur yang salah satu keberkahannya adalah terbebas dari hisab.

Rasulullah saw bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا يُحَاسَبُ عَلَيْهَا العَبْدُ أَكَلَةُ السَّحُوْرِ وَمَا أَفْطَرَ عَلَيْهِ وَالأَكْلُ مَعَ الإِخْوَانِ

Artinya: Ada tiga hal (makanan) di mana seorang hamba tidak akan dihisab oleh Allah SWT, yaitu makanan sahur, makanan saat berbuka puasa, dan makanan yang dinikmati bersama saudara-saudara yang lain. (HR al-Azdra’i)

  1. Ada banyak peluang untuk beribadah selama waktu sahur.
Baca Juga :  Simak Peringatan Penting 4 Januari 2024 yang Jarang Orang Ketahui

Momen sahur dianggap sebagai waktu yang sangat penting untuk beribadah. Diharapkan bahwa orang yang bangun untuk sahur juga dapat menggunakan kesempatan itu untuk beribadah di waktu yang paling dimuliakan.

Tidak hanya itu, orang yang sahur juga memiliki lebih banyak peluang untuk menunaikan salat subuh tepat waktu jika mereka tidak tidur setelah makan.

Imam al-Bukhari dalam kitab Sahih-nya menulis sebuah bab khusus yang membahas tentang keberkahan bagi mereka yang sahur dan tetap terjaga hingga tiba waktu salat subuh.

Al-Bukhari merangkum sejumlah hadis Nabi yang menganjurkan untuk tidak tidur setelah sahur hingga tiba waktu subuh.

  1. Bentuk kasih sayang Allah SWT

Salah satu tujuan dari sahur adalah untuk meningkatkan stamina bagi orang yang berpuasa saat menjalani aktivitas di pagi hari.

Ini merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT terhadap umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

Bayangkan, jika seseorang tidak sahur dan kemudian memiliki aktivitas berat di siang hari, terutama jika mereka jarang berpuasa sunah, tubuh mereka pasti akan merasa lemas.

Oleh karena itu, makan sahur adalah bentuk kasih sayang Allah yang menunjukkan perhatian-Nya terhadap kesejahteraan umat-Nya. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

=========================================================