Ravindra Airlangga Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di Bogor

Ravindra Airlangga
Ravindra Airlangga, Anggota Komisi IV DPR RI fraksi Golkar ini mensosialisasikan 4 pilar MPR RI di wilayah Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (10/3/2024). Foto : Ist.

TIMETODAY.ID –  Ravindra Airlangga, Anggota Komisi IV DPR RI, sosialisasikan 4 pilar MPR RI dengan tema menjaga persatuan dan ideologi Kebangsaan pasca Pemilu di tengah tantangan global.

Ravindra Airlangga, Anggota Komisi IV DPR RI fraksi Golkar ini mensosialisasikan 4 pilar MPR RI di wilayah Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada Minggu (10/3/2024).

Sosialisasi 4 pilar MPR RI, kata Ravindra, diambil berdasarkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan dan NKRI sebagai bentuk negara.

Advertisement

Menurut Ravindra, Pancasila Sebagai Dasar Negara Berarti Pancasila menjadi dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara dan seluruh warga negara Indonesia.

Baca Juga :  Praktis, Begini Cara Cek Jalan One Way Mudik Lebaran Pakai Google Maps

“Pancasila sebagai Ideologi Negara, dapat dimaknai sebagai sistem kehidupan nasional yang meliputi aspek etika/moral, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan dalam rangka pencapaian cita-cita dan tujuan bangsa yang berlandaskan dasar negara,” kata Ravindra dalam sambutannya, Minggu (10/3/2024).

Sedangkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan hukum dasar tertulis dan tertinggi serta puncak dari seluruh peraturan perundang-undangan.

Melalui sidang BPUPKI, disepakati bahwa NKRI sebagai bentuk negara dengan alasan Negara kesatuan dianggap lebih menjamin persatuan yang kuat.

Dengan keanekaragaman yang dimiliki oleh Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika pun dipilih menjadi pilar terakhir atau Pilar ke empat MPR RI.

Baca Juga :  Nekat Maling di Pasar, Dua Emak-emak Diamankan Petugas

Atas 4 dasar tersebut, lanjut Ravindra, sikap Anggota DPR RI fraksi Golkar pasca adalah tengah, yang berarti tidak berada di kiri ataupun di kanan dengan sifat mempersatukan.

Sikap ini adalah keputusan rasional di tengah hadirnya berbagai sudut pandang yang majemuk. Posisi poros tengah juga salah satu melanjutkan nilai-nilai para leluhur pahlawan nasional yang berhasil menyatukan Indonesia dari banyak keberagaman suku, budaya, adat dan agama,” pungkasnya. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

=========================================================