Anggota Polres Bogor Dilatih Bantuan Hidup Dasar Oleh Dokter RSUD Leuwiliang

RSUD LEUWILIANG BHD_2
Sejumlah anggota Polres Bogor begitu antusias saat mendapatkan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dari para tenaga medis RSUD Leuwiliang, beberapa waktu lalu. (FOTO : IST)

TIMETODAY.ID – Dua dokter umum dan dua perawat senior RSUD Leuwiliang mendapat kehormatan memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi anggota polisi di Polres Bogor, beberapa waktu lalu.

“Kegiatannya berlangsung di Mako Polres Bogor selama dua hari, kegiatan ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan Operasi Mantap Brata 2024,” ujar ujar dr. Muflikha Mayazi instruktur pelatihan BHD dari RSUD Leuwiliang, dalam rilis yang diterima media.

Muflikha menjelaskan, tenaga medis yang dikirim berpartisipasi sebagai instruktur BHD bukan hanya dari RSUD Leuwiliang namun, ada pula dari RSUD Ciawi, RSUD Cibinong dan IDI KabupatenBogor.

Advertisement
Baca Juga :  Perkuat Kolaborasi Ciptakan Pemilu Damai Meminimalisir Politik Identitas di Bumi Tegar Beriman

“Menurut saya kegiatan ini dirasa perlu dilakukan sebagai bentuk antisipasi, juga sebagai bekal bagi para anggota polisi saat menjalankan Operasi Mantap Brata 2024,” jelasnya.

Tentunya menjadi sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi tenaga medis RSUD Leuwiliang bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, karena seyogyanya ilmu tentang bantuan hidup dasar itu harus dimiliki oleh semua orang.

“Apalagi yang bekerja dipelayanan publik begitupun anggota polisi, pengetahuan tentang bantuan hidup dasar itu sangat perlu dan penting,” kata dr Muflikha.

Baca Juga :  Tahun Politik, HIPMI Kabupaten Bogor Akui Banyak Kebijakan Tak Pasti    

Puluhan anggota polisi Polres Bogor pun begitu antusias mengikuti pelatihan BHD dari para tenaga medis rumah sakit pemerintah daerah Kabupaten Bogor. Para anggota polisi yang hadir dibagi dalam kelompok kecil.

“Setiap tenaga medis atau instruktur menghandle 10 anggota polisi. Para polisi itu bergantian mempraktikan BHD, 10 detik pertama dari BHD menentukan terselamatkannya nyawa seseorang,” pungkasnya. ***

=========================================================