Kadir Srimulat
Kisah Kadir Srimulat, 5 Tahun Sepi Job Tiga Rumah Dan Koleksi Mobil Ludes Dijua. Foto : Instagaram.

TIMETODAY.ID, JAKARTAKadir Srimulat, komedian dengan ciri khas logat Madura nya mengisahkan saat dirinya pada lima tahun kebelakang sepi job ditambah terkena serangan jantung hingga terhimpit masalah ekonomi.

Pria pemilik nama asli Mubarak ini terpaksa menjual aset-aset yang sudah dikumpulkan dari dunia hiburan. Tiga rumah miliknya harus dijual dan koleksi mobilnya juga habis.

Kini, Kadir berusaha bangkit. Sebagai kepala keluarga dia mengaku banyak hal yang harus dia pikirkan. Sampai akhirnya dia merintis usaha kuliner.

Advertisement

“Memang satu kebetulan saya, mungkin rezeki buat saya begitu saya buka usaha warung itu. Alhamdulillah sekarang bisa bertahan untuk menghidupi keluarga dan sekarang saya tidak sampai jual apa-apa lagi. Justru paling tidak itu beli mobil walau kredit saya bisa,” ungkap kadir kepada detik.com

Selain rumah dan mobil, Kadir yang lahir di Lumajang, Jawa Timur pada 3 September 1951 itu sempat juga menjual tanahnya yang berlokasi di Tambun. Dari hasil penjualan tanah tersebut dia bagi-bagi, mulai untuk memasang ring di jantungnya, buka usaha, dan beli mobil.

“Dari itu saya jual tanah saya yang di Tambun tahun 2006 atau 2007, langsung sebagian saya buat betulin jantung saya, sebagian saya buat belajar usaha, sebagian buat beli mobil meski nggak berani mewah, tapi ya kredit,” ucapnya.

Baca Juga :  Suasana Akrab Gibran Dengan Pengusaha Muda Bogor, Saat Berkunjung ke Cafe The Cozy Djoglo

“Akhirnya dari situ, warung saya dalam jangka 2 tahun maju terus. Pertamanya dalam setahun memang pas-pasan, tapi saya masih punya stok keuangan dari hasil jual tanah itu. Akhirnya tahu-tahu usahanya semakin maju, tapi dengan cepat saya ubah,” sambung Kadir.

Meski berkembang pesat selama dua tahun, ternyata merintis usaha tak semudah membalik telapak tangan. Saat itu Kadir membuka usaha masakan bebek di kawasan Matraman.

Sayang usaha tersebut menurun dalam waktu setahun. Ada beberapa kesulitan yang dia alami. “Saya punya warung bebek di Matraman, dalam waktu setahun turun. Cari bebek susah, kalau dikirim dapatnya kecil-kecil, konsumen komplain, saya malu. Saya ubah dengan soto kudus. Tadinya Soto Kudus Jatibening sekarang Soto Kudus Abah Kadir,” kisahnya.

“Begitu saya ubah soto kudus alhamdulillah naik lagi pendapatan, tapi menu bebek masih ada. Bertahan soto kudus sampai saya buka di Jatibening, jadi dua cabang. Berjalan lancar, Matraman kena gusur tanahnya diminta sama yang punya nggak boleh kontrak lagi, jadi tinggal di Jatibening,” ungkapnya.

Sekarang Soto Kudus Abah Kadir sudah ada di kawasan Galaxy, Bekasi. Namun, belum lama buka Corona menghantam bisnis tidak hanya miliknya.

Baca Juga :  Polisi Bawa 2 Kantong Jenazah Dari Lokasi Ledakan Gereja Katedral Makassar

“Kemarin saya buka di Galaxy, pelanggan di Jatibening larinya ke Galaxy semua, namanya tempat kuliner asyik buat nongkrong. Di Jatibening masih bertahan meski turun, kena pandemi Corona, tutup. 3 bulan saya tutup, yang di Jatibening tutup, yang di Galaxi tutup,” tutur Kadir.

Setelah pandemi COVID-19 mereda dan bisnis mulai bergeliat lagi, Kadir harus menerima keadaan warungnya yang di Jatibening harus tutup permanen.

“Terus yang Jatibening begitu buka lagi karyawan nggak mau balik, ya sudah tutup, kebetulan kontrak juga habis yang saya terusin di Galaxi. 3 bulan tutup, buka lagi. Alhamdulillah walau kena pandemi, tapi masih cukup bisa bertahan terus, buat keluarga cukup,” ucap Kadir bersyukur.

Selama dua tahun pandemi COVID-19 menyerang Indonesia, Kadir bergantung pada warung sotonya untuk finansial. Kadir tetap merasa bersyukur karena kondisi keluarganya sampai saat ini tetap aman.

“2 tahun cuma andalkan itu. Alhamdulillah lancar sampai sekarang ini. Satu aja (cabang) sudah cukup untuk pondasi belakang. Saya tinggal cari job tambahan kalau ada, kalau nggak ada yang penting keluarga masih aman. Aman dulu yang penting keluarga itu,” tukas Kadir tertawa. (*)

=========================================================