Acara Kenaikan Kelas Sekolah Terancam Batal

TIMETODAY.ID, BOGOR – Jembatan yang menjadi salah satu jalur perekonomian warga Kampung Cilame, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor yang membentang diatas aliran sungai Cidurian nyaris ambruk.

“Jembatan itu nyaris ambruk akibat diterjang derasnya air Sungai Cidurian. Sejak Jumat daerah ini diguyur hujan lebat dan pada hari Sabtunya jembatan mengalami pengamblasan dan nyaris ambrol,” tutur Pemilik Yayasan As-Sabrini, Amanah (54) kepada wartawan.

Dia pun mulai gelisah dengan kondisi jembatan itu, pasalnya dalam waktu dekat ini yayasan miliknya akan menggelar acara kenaikan kelas mulai tingkat Anak Usia Dini (Paud), SD, SMP dan SMA.

Advertisement
Baca Juga :  Mahasiswa IPB University Temukan Inovasi Alat Pertahanan Militer

“Makanya saya juga bingun ini sebentar lagi akan ada acara kenaikan kelas, tetapi kayaknya acaranya mungkin akan dipindahkan ke rumah saya. Karena untuk menuju sekolahan harus melewati jembatan itu,” keluh dia.

Warga lainnya Mumun (46) mengaku was – was saat melintasi jembatan yang nyaris ambruk itu. Namun, dia harus melawan rasa takutnya itu karena jembatan tersebut merupakan akses terdekat menuju area persawahan miliknya.

“Takut sih sebenarnya lewat jembatan ini, tapi mau bagaimana lagi kan kalau lewat jalan lain jauh pak, harus naik ojek juga pak. Iya bahaya sih pak, tetapi mau bagaima lagi, namanya kita butuh kan,” tutur dia.

Baca Juga :  Bima Arya : Dukungan dan Kepedulian Kepada Palestina Adalah Konsistensi Indonesia

Pantuan di lokasi, jembatan yang nyaris ambruk tersebut masih digunakan warga dalam beraktifitas seperti ke kebun, bahkan banyak anak-anak kecil yang lalu-lalang melintasi jembatan tersebut.

Tentu kondisi jembatan sangat mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan penggunanya. Mengingat, salahsatu Pangkal Jembatan (Abutment) pada bagian tengahnya roboh diduga karena hujan dan derasnya aliran sungai Cidurian. (din)

=========================================================