Peringati 50 Tahun Gereja HKBP, Jemaat Diminta Bersatu

TIMETODAY.ID, BOGOR | Kondisi Jemaat dan Gereja HKBP Resort Cibinong saat ini, telah mengalami keretakan seolah-olah telah terjadi dua gereja karena ulah perbuatan segelintir orang, padahal secara normatif masih dalam kesatuan, yakni satu dalam perencanaan pembangunan meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam konstruksi bangunan, sedangkan satu lainnya dalam pengakuan kantor pusat HKBP Pearaja Tarutung, yang saat ini dalam pengakuan legalitas oleh pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.

Meski berbagai inisiatif telah ditetapkan dan dilaksanakan secara mufakat sejak dulu, di antaranya dari pengadaan tanah dan rencana pembangunan fisik gereja dan fasilitas perumahan pendeta mengingat perkembangan pertambahan jumlah jemaat yang sangat signifikan.

Namun, disaat Gereja HKBP menginjak usia 50 tahun (Jubileum) yang didirikan sejak tahun 2019 lalu, justru muncul keretakan antara sesama Pendeta GS dengan Pdt. PS, Sintua dan sesama jemaat HKBP, yang dianggap merendahkan kemuliaan Tuhan.

Advertisement
Baca Juga :  PWI Peduli Kabupaten Bogor Bantu Korban Bencana Alam

Ketua panitia Jubileum, Marsudin Nainggolan mengatakan, seharusnya di saat Jubileum itulah kemuliaan Tuhan ditinggikan. Namun pada usia emas itu tidak satupun dari Pendeta, Sintua dan Jemaat menyadarinya bahwa usia Gereja HKBP Resort Cibinong telah dewasa.

Seharusnya, kata dia, pada saat usia 50 tahun atau tahun Jubel patut bersyukur kepada Tuhan atas anugerah yang diterima.

“Pada pada tahun Jubel inilah sepatutnya kita mengucapkan syukur kepada Tuhan atas anugerah-Nya. Dimana anak-anak kita telah banyak dibabtis di Gereja ini, naik sidi, diberkati dalam pernikahan, menerima sakramen serta menerima berkat-berkat kesehatan dan rejeki yang dimohonkan dalam doa di kala kebaktian di gereja ini,” kata Marsudin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/8/2021).

Untuk diketahui, Gereja HKBP Cibinong merupakan gereja HKBP yang telahdipajae (mandiri) dari Gereja HKBP Paledang Bogor. Tentu dengan berbagai alasan dan kondisi-kondisi tertentu.

Baca Juga :  Kepala Desa se Bogor Minta Ade Yasin Bebas Demi Pelayanan Optimal

Menurutnya, tahun Jubil adalah tahun mawas diri dan tahun evaluasi diri bagaimana kehidupan gereja HKBP Resort Cibinong seperti gereja-gereja tetangga yang sedemikian solid berusaha menjaga kekompakan dan kesatuan jemaatnya. Hal itulah sepatutnya menjadi renungan untuk berbuat sesuatu dan mewariskan kepada generasi penerus berupa pelayanan, gedung dan asset gereja lainnya dengan segala kondisi yang ada.

”Inisiasi dan motivasi perayaan Jubileum ini telah mengemuka ketika Tim Kerja Penyelesaian Polemik Gereja HKBP Resort Cibinong mengadakan rapat evaluasi solusi dan akar permasalahan jemaat Gereja HKBP Resort Cibinong bersama pendeta Resort Pendeta Dr. Tiapul Hutahaean dan Pdt. U. Ligat Simbolon, STh,”tutupnya.

Sebagai informasi, jemaat Gereja HKBP Cibinong sempat diguncang polemik internal. Dimana, pokok permasalahannya terkait penolakan mutasi pendeta G. Saragih pada Kamis (29/8/2019) lalu. (bam)

=========================================================