Kata Junta Militer, Demo Berdarah Myanmar Mulai Surut

TIME TODAY – Junta militer Myanmar mengklaim aksi demonstrasi menentang kudeta mulai berkurang karena sebagian besar rakyat menginginkan perdamaian. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara junta militer Zaw Min Tun di Naypyitaw.

“Alasan mengurangi protes adalah karena kerja sama orang-orang yang menginginkan perdamaian, yang kami hargai,” kata Zaw Min Tun, mengutip dari Reuters.

Baca Juga : Rio De Janeiro Longgarkan Pembatasan

Advertisement

Baca Juga : Rencana Pemakaman Philip Suami Ratu Elizabeth II Berubah

“Kami meminta orang untuk bekerja sama dengan pasukan keamanan dan membantu mereka,” tambahnya.

Meski banyak orang menginginkan perdamaian, tetapi militer terus melakukan kekerasan. Hari ini dilaporkan ada empat demonstran yang tewas dalam bentrokan dengan aparat keamanan di Kota Bago, dekat Yangon.

Baca Juga :  Kemenangan Prabowo - Gibran 100 Persen, Pengamat Politik : Dominasi Jaro Ade Mengakar di Cileuksa

Menanggapi kekerasan yang terus dilakukan junta militer, 18 duta besar untuk Myanmar mendesak pemulihan demokrasi dalam pernyataan bersama.

Pernyataan tersebut ditandatangani oleh duta besar Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, Kanada, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Swiss dan beberapa negara Eropa.

Baca Juga : Puluhan Korban Terjepit Reruntuhan Kereta

Baca Juga : Kecelakaan Kereta Api di Mesir Tewaskan 32 Orang

Baca Juga :  Gudang Tiner di Surabaya Terbakar, 3 Orang Luka Bakara

“Kami direndahkan oleh keberanian dan martabat mereka,” kata duta besar dalam pernyataan soal para pengunjuk rasa.

“Kami berdiri bersama untuk mendukung harapan dan aspirasi semua orang yang percaya pada Myanmar yang bebas, adil, damai dan demokratis. Kekerasan harus dihentikan, semua tahanan politik harus dibebaskan dan demokrasi harus dipulihkan,” ujar Tun.

Berdasarkan catatan Lembaga Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) pada Kamis (8/4) jumlah korban tewas mencapai 614, sementara yang ditahan junta militer sebanyak 2857 orang. (net)

=========================================================