China Kirim 20 Jet Tempur ke Zona Pertahanan Taiwan

TIME TODAY – Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan sebanyak 20 pesawat militer China memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan pada Jumat (26/3) dan menjadi “tekanan” terbesar yang pernah ada.

Baca Juga : PBB Hanya Bisa Keluarkan Kata “Mengecam” soal Demo Berdarah Myanmar

Armada pesawat China itu di antaranya terbang di ujung selatan pulau melalui Selat Bashi yang memisahkan Taiwan dan Filipina. Patroli 20 pesawat militer China itu menandai peningkatan ketegangan yang dramatis di Selat Taiwan.

Advertisement

Pemerintah Taiwan di Taipei mengklaim telah memperingatkan pesawat China melalui radio dan menambahkan tanpa menjelaskan lebih lanjut bahwa militer Taiwan telah meluncurkan “rudal” untuk “memantau” pergerakan mereka.

Dilansir Sputniknews, Kementerian Pertahanan Taiwan telah menyatakan bahwa mereka menyebar Angkatan Udara di pulau itu untuk menangkis pesawat China yang terbang di dekat wilayahnya.

Baca Juga :  Sumatera Utara Siap Jadi Tuan Rumah Hari Pers Nasional 2023

Sayangnya, Kementerian Pertahanan tidak merinci jenis pesawat yang dikirim Angkatan Udara China di dekat wilayah pulau itu.

Baca Juga : Puluhan Korban Terjepit Reruntuhan Kereta

Angkatan Udara di pulau itu seakan ‘diacak-acak’ oleh China hanya beberapa jam setelah pemerintah Taiwan menunjuk Menteri Pertahanan baru Chiu Kuo-Cheng, yang akan ditugaskan untuk mereformasi pasukan militer.

Taipei menyatakan tujuan untuk menerapkan taktik perang “perang asimetris” dan “zona abu-abu” dalam persiapannya untuk “serangan” potensial oleh China.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, dengan klaim teritorial sebagian diakui oleh mayoritas komunitas internasional melalui implementasi yang disebut kebijakan “Satu China”.

Meskipun Beijing tidak melakukan kontrol langsung atas pulau itu, militer China mengirimkan kapal perang dan pesawatnya ke Selat Taiwan yang memisahkan wilayahnya dari daratan China.

Baca Juga :  Indonesia Moeda Bersama Anak Yatim Doakan Erick Thohir

Misi-misi pengakuan China ini dikutuk oleh AS, yang, meskipun mengadopsi kebijakan “Satu China” di abad ke-20, kini menilai apa yang dilakukan China itu semakin melanggar dalam beberapa tahun terakhir. AS menghubungi Taipei secara langsung dan merundingkan penjualan senjata ke pulau itu.

Washington juga baru-baru ini mengirim kapal perangnya ke Selat Taiwan.

Beijing mengecam keras tindakan Washington, memperingatkan bahwa provokasi di Laut China Selatan dan Selat Taiwan suatu hari nanti bisa mengakibatkan terbukanya insiden bersenjata.

China mengecam AS karena mencoba mencampuri urusan yang dianggap Beijing sepenuhnya sebagai urusan domestik. (adt/net)

=========================================================